Selasa, 29 November 2011

Kerusakan Bearing pada Motor Listrik

Kerusakan bearing merupakan peristiwa yang biasa terjadi dari sejak manusia mengenal mesin sampai saat kini, tetapi kadang kita lupa mencari sebab mengapa kerusakan itu lebih cepat dari yang kita perkirakan. Mencari sebab itu yang seharusnya kita kerjakan, kemudian bagaimana cara mencegahnya.
Pelumasan
Kerusakan bearing sangat erat hubungannya dengan pelumasan. Pelumasan saat ini sangat banyak jenis, grade, merk , sintetis, non sintetis. dan cara atau system pelumasan merupakan pengetahuan tersendiri yang harus di kuasai.

Apa sebetulnya fungsi pelumas ? Kita dapat menyimpulkan sbb:
· Membuat lapisan tipis ( oil film )antara permukaan bagian bearing yang sliding dan rolling
· Menyebar ratakan panas dan juga mendinginkan
· Mencegah pengkaratan permukaan bearing dan poros
· Mencegah masuknya kotoran/benda kedalam sistem. Kita mengenal pelumas oil dan grease (gemok). Kapan atau bagaimana kita harus memakainya?
Kita memakai grease bila:
1. Pelumas harus bertahan diposisinya (tidak berpindah)
2. Bila kesempatan untuk relubrikasi terbatas atau terlalu mahal.
3. Pelumas tidak perlu berfungsi sebagai pendingin atauuntuk membersihkan sistem
4. Temperatur tidak lebih dari 200F
5. Putaran/speed rendah (dibawah 5000rpm)
6. Tidak memerlukan proteksi atau seal .
7. Cukup memerlukan bearing tertutup / sealed bearing
8. Mesin / motor yang harus beroperasi dalam waktu yang lama tanpa memerlukan perhatian kusus.
Kapan kita menggunakan oil? Memakai oil jika :
1. Speed/ putaran cukup tinggi
2. Temperature cukup tinggi
3. Terpasang lipseal/ seal oil secara baik
4. Type bearing tidak sesuai untuk pelumasan grease
5. Bearing dilumasi dengan sistem sentral, yang juga untuk pelumasan bagian2 mesin lain.
Penyebab dan Perbaikanya.
Kerusakan atau penurunan performance mesin2 merupakan masalah penting yang selalu harus dicegah di setiap pabrik dimanapun. Dari riset maupun histori pemeliharaan menyimpulkan bahwa lebih dari 50 persen kerusakan mesin2 rotasi yang terutama memakai ball-bearing disebabkan oleh kerusakan bearing. Kerusakan bearing jika tidak segera diatasi dapat menimbulkan kerusakan bagian lain yang lebih besar dan bahkan berakibat fatal yang harus dibayar mahal.
Maka upaya mempelajari sebab2 kerusakan, mengapa terjadi kerusakan premature, meneliti ciri kerusakan, mencari sebab kerusakan, sehingga mampu mentukan cara perbaikan dan pencegahannya.
Klasifikasi Sebab Kerusakan sbb ;
1. Terlalu berat beban Overload
2. Terlalu panas Overheating
3. Pukulan setempat False brinelling
4. Pukulan True brinelling
5. Kelelahan normal Normal Fatigue Failure
6. Pembebanan terbalik Reverseloading
7. Kontaminasi lubrikasi Contamination
8. Kerusakan lubrikan Lubricant failure
9. Korrosi Corrosion
10. Misaligment Misalignment
11. Kendor Loose fits
12. Kekencangan Tight fits

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar