Rabu, 30 November 2011

PROSEDUR DARURAT DAN SAR

1. A. Prosedur darurat kapal kandas :
1) Stop mesin, bunyikan alarm
2) Nakhoda dan kamar mesin di beri tahu
3) VHF stand by pada ch 16
4) Tanda-tanda kapal kandas dibunyikan / diperlihatkan
5) Semua tangki dan got palka di sounding apakah terjadi kebocoran ditempat itu. Jika haluan kapal yang kandas, tutup segera tangkikedap air yang menghubungkan ke kamar mesin.
6) Adakan peruman kedalaman perairan, bandingkan antara draft kapal dengan kedalaman pada saat itu
7) Pelajari dan perhitungkan pasang surut, jenis dan bentuk dasar perairan
8) Jika diperlukan letgo jangkar buritan untuk menjaga buritan kapal agartidak hanyut ke darat,
9) Jika tidak terjadi lebocoran, apungkan kapal dengan cara membuang air ballast, muatan, air dan sebagainya
10) Jika upaya yang dilakukan tersebut diatas, dan ada kemungkinan akan timbul bahaya yang lebih besar lagi, maka meminta bantuan kapal lain yang ada ataupun kapal tunda.
B. Prosedur darurat man over board :
1) Lemparkan pelampung yang sudah dilengkapi dengan lampu apung dan asap sedekat orang yang jatuh
2) Usahakan orang yang jatuh terhindar dari benturan kapal dan balingbaling
3) Posisi dan letak pelampung diamati
4) Mengatur gerak tubuh menolong (bila tempat untuk mengatur gerak cukup disarankan menggunakan metode “ WILLIAMSON TURN “
5) Tugaskan seseorang untuk mengatasi orang yang jatuh agar tetap terlihat
6) Bunyikan 3 (tiga) suling panjang dan diulang sesuai kebutuhan
7) Regu penolong siap di sekoci
8) Nakhoda diberi tahu
9) Kamar mesin diberi tahu
10) Letak atau posisi kapal relatif terhadap orang yangjatuh di plot
11) Posisi kapal tersedia di kamar radio dan diperbaharui bila ada perubahan
2. A. Persiapan menolong kapal lain :
1) Persiapkan alat komunikasi guna berkoordinasi dengan kapal yang akan ditolong maupunkapal lain yang akan menolong
2) Lakukan identifikasi keadaan darurat yang dialami oleh kapal yang akan ditolong
3) Siapkan peralatan yang sesuai dengan keadaan darurat kapal kapal yang mengalami musibah
4) Siapkan peralatan untuk mengevakuasi crew dari kapal yang ditolong (life boat, life raft, line throwing, life line)
5) Siapkan peralatan medis untuk menolong orang yangmembutuhkan bantuan pengobatan
6) Perhitungkan kondisi cuaca dan perairan disekitar kapal yang mengalami musibah
B. Tindakan saat berada didaerah kapal yangmengalami musibah
1) Lakukan komunikasi dengan kapal yang mengalami musibah atau dengan kapal lain yang turut serta dalam upaya penyelamatan
2) Operasikan radar dan pertahankan kewaspadaan yang efektif
3) Tugaskan seorang crew untuk memeriksa keadaan disekitar secara visual, pada malam hari gunakan lampu sorot
4) Upayakan posisi kapal berada pada sector aman dan upayakan agar kapal terlihat oleh kapal yang mengalami musibah
3. A.Prosedur Darurat SAR
1) Koordinasi antar organisasi dan unit yang terdlibat dalam operasi penyelamatan
2) Koordinasi dengan autoritas di darat
3) Koordinasi lapangan
4) Penentuan OSC dan tanggung jawab
5) Penentuan CSS dan tanggung jawabnya
6) Komunikasi
B. Expanding Square Search:
Suatu pola pencarian korban yang berbentuk kotak dimulai dari datum dan bergerak semakin membesar
4. A. LSA yang harus ada dikapal :
1) Life Boat
2) Life Jacket
3) Life Raft
4) Immersion Suit
5) Line Throwing Apparatus
6) Emergency Signal
B. Fireman Out fit :
1) Pakaian anti api
2) Sarung tangan anti api
3) Sepatu anti api
4) Safety helmet dengan pelindung muka
5) Life Line
6) Kampak
7) Senter
8) Breathing Apparatus
5. A. Pelaksanaan Latihan sekoci dikapal :
1) Tentukan waktu pelaksanaan latihan
2) Informasikan kepada crew atau penumpang agar tidak terjadi kepanikan
3) Bunyikan sirine/alarm
4) Crew berkumpul di muster station/ boat station
5) Lakukan pemeriksaan kelengkapan crew
6) Crew melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya
7) Turunkankan minimal satu sekoci, nyalakan dan operasikan mesin sekoci
6. A. EPIRB (emergency position-indicating radio beacons): Suatu Radio Beacon yang mentrasmisikan signal, signal tersebut berupa pesan distress yang dilengkapai dengan informasi posisi EPIRB , identitas kapal/pesawat yang memancarkan EPIRB dan informasi lain yang mungkin berguna dalam operasi penyelamatan .
B. ELBA adalah alat bantu pernafasan darurat untuk penyelamatan hidup. Alat ini mempunyai kompresi udara 1 sampai 2 ltrs dalam kantong udara yang mempunyai durasi 10 dan 15 menit pemakain
7. A. Tindakan pertolonganyang dilakukan :
1) Operasikan radar dan pertahankan kewaspadaan yang efektif
2) Tugaskan seorang crew untuk memeriksa keadaan disekitar secara visual, pada malam hari gunakan lampu sorot
3) Tempatkan tangga dan jaring pengangkat disisi-sisikapal pada deck terbuka dan terendah.
4) Siapkan sekoci penolong yang memungkinkan untuk digunakan sebagai stasiun boarding
5) Alat pelempar tali disiapkan
6) Siapkan mesin derik gunamengangkat korban yang keletihan atau terluka
7) Persiapkan alat-alat medis dan obat-obatan
8) Upayakan posisi kapal berada pada sector aman dan terlihat oleh kapal yangmengalami musibah
B. Komunikasi yang dilakukan :
1) Mengidentifikasikan nama kapal yang mengalami musibah, jenis kapal dan jenis musibah
2) Mengidentifikasikan nama kapal yang akan melakukan tindakan penyelamatan
3) Melaporkan posisi kapal yang mengalami musibah dan posisi kapal yang akan melakukan tindakan penyelamatan
4) Meminta jenis bantuan yang diperlukan bila kapal penolong tidak dapat bertindak sendirian
5) Mengimformasikan kondisi cuaca setempat, kecepatan dan arah angin, arus, serta kondisi penglihatan.
6) Mengimformasikan secara berkala jalannya operasi penyelamatan, jumlah korban selamat maupun tidak, tindakan danperalatan yang di gunakan
7) Melaporkan kondisi akhir operasi penyelamatan.
8. A. Agar personil-personil yang terlibat dalam suatu organisasi dapat mengetahui tugas dan tanggung jawabnya sehingga penanggulangan keadaan darurat dapat dilakukan secara cepat, tepat dan efektif
B. Organisasi dikapal :
1) Bridge Team (Pusat Komando)
2) Engine Team (Kelompok Mesin)
3) Emergency Team (Kelompok Keadaan Darurat)
4) Support Team (Kelomppok Pendukung)
5) Reserve Team (Kelompok Cadangan)
9. A. ketentuan kewajiban nahkoda diatur dalam aturan 33 pada BAB V di konvensi SOLAS 1974, yang mewajibkan nahkoda untukmenolong orang-orang dalam bahaya bila menerima isyarat bahaya dari sumber manapun. Kecuali bila kapal yang diawakinya tidak mampu atau berada dalam keadaankhusus.
B. Tingkatan dalam SAR :
1) Rescue Coordination Centre
2) Rescue Sub Centre
3) Rescue Unit
4) On Scene Commander
5) Coordinating Surface Search
5. A. Komandan unit penolong yang dirancang untuk mengkoordinir operasi SAR di daerah khusus
B. Isyarat bahaya :
1) Sebuah tembakan meriam atau isyarat ledakan lainnya, dengan selang waktu kira- kira satumenit;
2) Bunyi terus menerus dengan suatu alat isyarat kabut.
3) Roket atau peluruh cahaya, yang memancarkan bintang-bintang berwarna merah secara satu persatu dengan selang waktu yang pendek.
4) Isyarat dengan radio telegraphy atau dengan isyarat yang diberikan secara lain, terdiriatas kelompok
5) ... - - - ... (SOS) dalam kode morse;
6) Isyarat yang dikirim dengan radio telephony, terdiri dari kata yang diucapkan “MAY DAY”
7) Isyarat yang ditetapkan dalam buku isyarat kode internasional untuk distress, ditujukan dengan NC;
8) Nyala api di atas kapal (seperti tong ter yangmenyala, tong minyak dan sebagainya);
9) Roket parachute flare atau hand flare yang memperlihatkan cahaya merah;
10) Smoke signal yangmengeluarkan asap yang berwarna jingga (orange)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar