Sabtu, 19 November 2011

alat bongkar muat kapal

alat bongkar muat kapal merupakan suatu komponen penunjang dalam proses dan waktu bongkar muat kapal . berikut adalah istilah-istilah dalam proses bongkar muat kapal :
1. PORT DUES : Biaya pelabuhan yang dikenakan untuk penggunaan fasilitas-fasilitas pelabuhan dan tidak berhubungan dengan suatu pelayanan khusus pada pelabuhan yang disinggahi.
2. PORT CHARGES : Pungutan Pelabuhan yang dikenakan untuk suatu pelayanan khusus pada Pelabuhan yang disinggahi.
3. OVERBRENGAN : (pindah lokasi)memindahkan barang dari gudang/ tempat penumpukan yang satu ke gudang/ tempat penumpukan yang lain dalam daerah pelabuhan atau dari ship side ke gudang khusus untuk ituGILIR KERJA:(shift) adalah jam kerja selama 8 jam termasuk istirahat 1 jam kecuali hari jum’at siang istirahat 2 jam, untuk kegiatan bongkar muat dengan penggantian tenaga kerja bongkar muat pada setiap gilir kerja
4. GANG TKBM : jumlah tenaga tkbm dalam satu regu kerja
5. STEVEDORE : pelaksana penyusun rencana dan pengendalian kegiatan bongkar muat di atas kapal
6. QUAY SUPERVISOR : petugas pengendali kegiatan operasional b/m di dermaga dan mengawasi kondisi barang sampai ke tempat penimbunan atau sebaliknya.
7. CHIEF TALLY : penyusun rencana pelaksanaan dan pengendalian perhitungan fisik,pencatatan dan survey kondisi barang pada setiap pergerakan b/m dan dokumentasi serta membuat laporan periodik.
8. TELLY CLERK : pelaksana yang melakukan perhitungan pencatatan jumlah, merk dan kondisi setiap gerakan barang berdasarkan dokumen serta membuat laporan.
9. FOREMAN : pelaksana dan pengendali kegiatan operasional b/m dari dan ke kapal sampai ke tempat penumpukan barang atau sebaliknya, dan membuat laporan periodik hasil kegiatan bongkar muat.
10. MISTRY : pelaksana perbaikankemasan barang dalam kegiatan stevedoring, cargodoring dan receiving/ delivery11. WATCHMAN : pelaksana keamanan barang pada kegiatan stevedoring, cargodoring dan receiving/ delivery (ada filmx nih...kalo menurut arti kata per kata artinya laki2 tukang nonton.hahaha yg ada dlm kurung ini hanya becanda.okay)
12. SLACK : adalah perbandingan antara kinerja yang mungkin dicapai dengan kinerja yang terealisasi.(oiya ..bukan slank lo ya,kalo slank itu mah grup band andalan saya)
13. PERALATAN BONGKAR MUAT NON MEKANIK : adalah alat pokok penunjang pekerjaan b/m yang meliputi jala-jala lambung kapal (shipside net), tali baja (wire sling), tali rami manila (rope sling), jala-jala baja (wire net), jala-jala tali manila (rope net), gerobak dorong, palet.
14. B/M DI REDE : pekerjaan b/m dari kapal yang sandar di dermaga ke tongkang di lambung kapal dan selanjutnya mengeluarkan dari tali/ jala-jala (eks tackle) dan menyusun di tongkang serta membongkar dari tongkang ke dermaga dan sebaliknya.
15. COMMANDING HATCH :palka yang menentukan dimana palka tersebut memiliki isi kerja yang paling banyak dan paling mungkin mempengaruhi waktu awal atas waktu kerja yang menyeluruh.
16. LIFO TERM : liner in free out, merupakan kombinasi, memuat dengan menggunakan liner term dan membongkar dengan menggunakan fios term.
17. FILO TERM : free in liner out, juga merupakan kombinasi, memuat dengan menggunakan fios term dan membongkar dengan menggunakan liner term.
18. SAGGING : muatan terkosentrasi di tengah kapal
19. HOGGING : muatan terkonsentrasi diujung-ujung kapal
20. BULKY : adalah muatan kapal yang bervolume besar tetapi muatannya ringan
21. OVERSTOWING : adalah gambaran buruknya penumpukan (muatan kapal yang ditumpuk untuk pelabuhan berikutnya di atas muatan muatan pelabuhan bongkar yang lebih awal)
22. SHIFTING : meindahkan muatan di dalam palka yang sama atau ke palka yang berbeda atau lewat darat
23. LASHING/ UNLANSHING : mengikat/ memperkuat muatan atau sebaliknya melepaskan pengikat/ penguat muatan
24. DUNNAGING : memasang atas/pemisah muatan
25. SWEEPING : mengumpulkan muatan-muatan yang tercecer
26. BAGGING/ UNBAGGING : memasukan muatan curah ke dalam karung atau sebaliknyayaitu membuka karung atau sebaliknya yaitu membuka karung dan mencurahkan muatan.
27. RESTOWAGE: menyusun kembali muatan dalam palka kapal
28. SORTING: pekerjaan memilih/ memisahkan muatan yang tercampur atau muatan yang rusak.
29. TRIMMING : meratakan muatan di dalam palka kapal.
30. CLEANING : pekerjaan membersihkan palka kapal.
31. LONGDISTANCE : pekerjaan cargodoring yang jaraknya mellebihi dari 130 meter. istilah-istilah dalam proses bongkar muat kapal sekarang saatnya saya paste postingan tentang alat bongkar muat kapal .
adapun alat bongkar muat kapal yaitu sebagai berikut :
*. CONTAINER CRANE KAPASITAS 40 TON merupakan alat bongkar muat kapal yang Ditempatkan secara permanen di dermaga dan berfungsi sebagai alat utama guna bongkar muat peti kemas dari dermaga ke kapal dan sebaliknya.

*. TRANSTAINER KAPASITAS 40 TON Adalah alat bongkar muat kapal untuk mengangkut, menumpuk 4 + 1 tiers, lebar span 6 + 1 rows dan membongkar/memuat peti kemas dilapangan penumpukan(container yard). Alat ini bergerak dan ditempatkan di lapangan penumpukan petikemas.

*. FORKLIFT Merupakan alat bongkar muat kapal yang digunakan untuk angkat barang umum/ general cargo dengan kapasitas angkat tertentu dan mempunyai jangkauan pengangkatan yang terbatas.

*. MOBILE CRANE KAPASITAS < 40 TON Merupakan alat angkat barang umum/ general cargo dengan kapasitas angkat tertentu dan mempunyai jangkauan pengangkatan yang relatif jauh.

*. REACH STACKER KAPASITAS 40 TON Merupakan alat bongkar muat kapal yang merupakan kombinasi antara forklift dengan mobile crane yang dilengkapi spreader (pengangkat petikemas). Sehingga mampu mengangkat petikemas dan mempunyai jangkauan pengangkatan yang fleksibel (bisa pendek maupun jauh).
*. TOP LOADER alat bongkar muat kapal ini Seperti forklift tetapi mempunyai kemampuan mengangkat petikemas dan mempunyai jangkauan pengangkatan yang terbatas.
*. TRONTON Adalah truck yang dimodifikasi untuk dapat mengangkut petikemas 20 feetdan mempunyai daya angkut yang terbatas.
*. HEAD TRUCK + CHASSIS adalat alat bongkar muat kapal yang Merupakan truck yang dirancang dapat menarik chassis ukuran 20 feet maupun 40 feet, mempunyai flexibilitas tinggi dalam hal pengangkutan petikemas karena chassis dapatdilepas. Umum dipakai di suatu Terminal Petikemas modern.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar