Selasa, 01 November 2011

Engine knocking

Engine knocking atau
detonasi atau di kenal
juga dengan istilah
mesin ngelitik adalah
peristiwa terbakarnya
bagian-bagian yang belum di kenai oleh
percikan api busi dalam
ruang pembakaran.
Terbakarnya bagian-
bagian yang belum
di kenai api ini berlangsung sangat
cepat dan
menyebabkan kenaikan
tekanan yang sangat
tinggi.Dari kejadian tersebut
menyebabkan
putaran mesin
menghasilkan bunyi
ngelitik yang berasal dari
kompartemen mesin dan tentunya bisa sangat
mengganggu. Namun masih
banyak yang
meremehkan apabila
mesin terdengar ngelitik,padahal hal ini tidak boleh
di biarkan karena dapat
menyebabkan kerusakan
yang cukup fatal pada
mesin.
Apabila kejadian mesin ngelitik di biarkan dalam
jangka waktu lama hingga
bunyinya bertambah
parah maka biasanya
pada ujung piston/
silinder akan ada bopel-bopel dan bahkan bisa
sampai piston tersebut
bolong.Untuk itu kiranya
perlu
mengetahui penyebabnya
dan bagaimana perawatan yang harus
di lakukan agar mesin
menjadi awet dan
tidak terjadi yang
namanya mesin ngelitik. Penyebab mesin
ngelitik (Engine
Knocking ) Banyak faktor yang dapat
menyebabkan mesin
ngelitik, di antaranya
adalah karena faktor
penggunaan jenis bbm
yang tidak tepat, karena seharusnya mesin
tersebut menggunakan
bbm dengan oktan tinggi
tapi pengguna mesin tersebut menggunakan
bbm dengan oktan yang berkadar rendah.
Penyebab lain sehingga
mesin menjadi ngelitik
adalah karena ruang
bakar yang sudah terlalu
banyak kerak karbon.Selain faktor bbm, setelan
gigi timing yang tidak
benar hingga membuat
pembakaran atau faktor
pengapian yang kurang
bagus akibat banyak bbm yang tidak terbakar
dengan sempurna.Kalau
hal ini di biarkan secara
terus menerus akan juga
akan mengakibatkan
mesin ngelitik serta penumpukan kerak
karbon pada ruang bakar
secara berlebih.
“Faktor ekonomi
biasanya menjadi
penyebab utama orang menggunakan bbm
dengan oktan rendah
padahal mesin
tersebut harus
menggunakan bbm
dengan oktan yg tinggi.Hindari Dengan Tuning
Engine Jika memang mesin yang
harusnya menggunakan
bbm beroktan tinggi tapi
tetap ingin menggunakan
bbm beroktan rendah
karena berbagai alasan,solusi yang bisa di lakukan
biasanya adalah dengan
melakukan pengunduran
waktu pengapian agar
tidak terjadi knocking.Hal
ini dapat di lakukan tapi dengan kondisi seperti ini,
konsekuensinya adalah
tarikan mesin tidak dapat
se-responsif ketika
menggunakan bbm yang
bagus dan waktu pengapian yang sesuai.
Apabila faktor pengapian
yang menjadi
penyebabnya, dapat
menggunakan busi yang
sesuai atau jika mau bisa menggunakan produk-
produk yang dapat
memperbesar atau
memaksimalkan
pengapian.Carbon Clean atau Top
Overhaul Jadi Solusi Jika di perkirakan ruang
bakar mesin sudah
terdapat banyak kerak
karbon yang menempel
hingga mesin selalu
ngelitik maka langkah paling mudah yang dapat
di lakukan untuk
pembersihan adalah
dengan memakai metode
carbon clean. sudah
banyak bengkel-bengkel yang dapat
membersihkan ruang
bakar dengan metode
carbon clean, meskipun
hasilnya tentu tidak dapat
di katakan akan membersihkan karbon
di ruang bakar hingga
100%.
Sebagai langkah terakhir
yang dapat di lakukan
apabila masalah mesin ngelitik semakin parah
adalah harus di lakukan
Top Overhaul (OH) yang
mengharuskan mesin
turun setengah. Jika
melakukan hal ini, maka akan ada banyak bagian
yang harus di ganti dan
yang sudah pasti harus
di ganti adalah packing
cylinder head,seal klep,
packing tutup klep (jika kondisi masih bagus bisa
di pakai lagi) dan packing
water pump.Tapi sebisa mungkin
apabila mesin harus
mengalami Top OH, maka
bagian packing atau seal
bagian atas harus di ganti.
Sedangkan kalau untuk klep,rocker arm, suling
klep,sitting klep, botol
klep,sumpit klep, sims/
coin klep dsb yang berbau
metal harus di lihat
kondisinya terlebih dahulu dan jika masih
bagus tidak perlu
mengalami penggantian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar