Sabtu, 05 November 2011

GEJALA KOMPRESI TURUN

Kenali Gejala Kompresi
Turun Umumnya
gejala tenaga
mesin
berkurang ini di ikuti dengan asap
knalpot yang terasa perih
di mata.Atau pada mesin
diesel,umumnya
di tambah warna asap
yang pekat.Kompresi Turun Masalah utama terletak
pada turunnya kompresi
ruang bakar.Perlu
di ingat,kompresi adalah
syarat terjadinya langkah
tenaga setelah ledakan dalam proses pembakaran
mesin. Penyebab paling
umum adalah
penumpukan kerak di
kepala silinder.
Biasanya secara reflek pengemudi akan
menambah injakan gas
bila merasakan tenaga
mesin loyo. Akibatnya
terjadi pemborosan bbm.
Turunnya kompresi juga bisa di akibatkan
tumpukan kerak pada
klep yang membuat
kedudukan klep di kepala
silinder tak rapat.Hal itu
berakibat pada langkah kompresi, tekanan yang
di perlukan di ruang bakar
tak cukup untuk
menghasilkan ledakan
maksimal.Selain boros,
performa mesin akan turun signifikan.
mesin perlu di bongkar
sebatas kepala silinder
(top overhaul). Turun mesin Penyebab yang lebih
parah adalah ausnya ring
piston.Guna
memperbaiki,turun mesin
saja hingga kondisi jeroan
mesinnya bisa di periksa
langsung.Bila tenaga ngempos dan
bensin boros tapi oli
mesin tak berkurang,
penyakitnya
kemungkinan hanya di
kepala silinder.Tapi kalau oli berkurang tanpa ada
ke bocoran,berarti hilang
lantaran ikut terbakar.Ring piston Ring piston adalah gelang
yang menempel di piston.
Fungsinya menjaga
clearence (celah) di antara
piston dan dinding silinder
(liner) hingga isi ruang bakar tak menyeberang
ke dalam mesin,begitu
pula sebaliknya.Ada
sepasang ring di tiap
piston: kompresi (atas)
dan oli (bawah).Bila yang rusak ring
kompresi,asap
knalpotnya enggak
ngebul.Tandanya bisa
terlihat di saluran napas
kepala silinder (breather) yang berasap/basah
hingga mengotori filter
udara yang tersambung
breather.Tapi kalau yang
kena ring oli, asap knalpot
jadi putih. Selain keausan material,
penyebab kebocoran
kompresi dari ring gara-
gara kualitas oli yang
jelek serta jadwal ganti oli
yang tidak tepat. Liner Liner adalah lapisan metal
pada dinding silinder yang
berinteraksi langsung
dengan ring piston.Jadi
selain ring piston,liner
juga ikut aus dan harus di ganti bila ganti piston.
Pada mesin canggih
berbahan aluminium
linernya hanya berupa
coating,bukan material
keras.Jadi bila kompresi turun,ya harus ganti
mesin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar