Sabtu, 19 November 2011

Hydraulic Control Valve

Hydraulic Control Valve 1.Hydraulic Control Block Valve RH (120 C)

RH block valve terdiri dari 4 spool yang digunakan untuk circuit Clamp : Open&Close, Bucket : Dump&Curl, Boom : Raise, Stick : Out. Hubungan antar circuit adalah parallel sehingga semua actuator dapat digerakkan secara bersamaan (combine operation). Pada masing masing circuit actuator dilengkapi dengan Anti Cavitation Valve dan atau Secondary Relief Valve sesuai dengan kebutuhan.

2.Hydraulic Control Block Valve LH

Lh block valve terdiri dari 3 spool yang digunakan untuk circuit Stick : In&Out, Boom : Raise&Lower, Bucket : Dump&Curl. Hubungan antar circuit adalah parallel sehingga semua actuator dapat digerakkan secara bersamaan (combine operation). Pada masing masing circuit actuator dilengkapi dengan Anti Cavitation Valve dan atau Secondary Relief Valve sesuai dengan kebutuhan.

3.Hydraulic Control Block Valve TRAVEL

Dalam system terdapat 2 buah Travel control block yang digunakan untuk masing masing travel circuit LH&RH. Hubungan dengan Circuit control block LH atau RH adalah tandem circuit, sehingga saat Travel system dioperasikan full, attachment tidak dapat digerakkan.

4.Pump Distributor Block

Block yang mempunyai 4 port Inlet dengan check valve dan dihubungkan dengan port flow discharge pump, serta dua port Outlet yang dihubungkan dengan port Inlet Control block valve. Pada prinsipnya distributor block berfungsi untuk menggabungkan (merger) flow discharge pump 1 dengan flow discharge pump 4 untuk dialirkan menuju LH control block valve setelah melalui HPF. Sedangkan flow discharge pump 2 digabungkan dengan flow discharge pump 3 untuk dialirkan menuju RH control block valve setelah melalui HPF. Pada Pump Distributor Block juga dipasang Main Relief valve pada masing masing port outletnya.

5.High Pressure Filter

Filter yang terpasang diantara hydraulic pump dan control valve, yang berfungsi untuk menyaring kotoran sehingga oli yang menuju ke dalam system menjadi bersih. Filter terbuat serat baja yang tahan dengan pressure tinggi + 330 bar. Pada HPF block juga digunakan sebagai kedudukan pemasangan MRV.

6.MRV (Main Relieft Valve)

Suatu valve type pilot poppet yang dipasang Pump Distributor block yang berfungsi untuk membatasi pressure maksimum dalam circuit system pada saat control valve digerakkan sedangkan actuator tidak bergerak. Dengan cara membebaskan sebagian flow discharge pump kembali ke circuit drain, sehingga tidak dapat kerjadi kenaikan pressure yang lebih tinggi, dengan demikian MRV bekerja sebagai pengaman pump.

7.SRV (Secondary Relief Valve)

Suatu valve type pilot poppet yang dipasang control valve block dan dalam circuit dipasang diantara spool control valve dan actuator, dan berfungsi untuk membatasi pressure maksimum dalam circuit actuator saat mendapat beban benturan dari luar atau beban yang terjadi justru karena pengaruh pergerakkan actuator lainnya, atau beban yang terjadi karena adanya gaya inertia. SRV bekerja dengan cara membebaskan sebagian pressure kembali ke circuit drain. Pada saat hal ini terjadi, cylinder atau unit akan bergerak dengan sendirinya untuk menghilangkan beban kejutan yang terjadi.

8.ACV (Anti Cavitation Valve)

Berupa check valve yang dipasang pada circuit actuator (cylinder) dan berfungsi untuk mencegah terjadinya kevakuman pada saat terjadi beban dari luar sedangkan control valve posisi netral, dan saat secondary valve bekerja untuk membebaskan abnormal pressure maka cylinder akan bergerak, sehingga agar tidak terjadi kevakuman pada salah satu cylinder, ACV akan terbuka untuk mengalirkan flow oii dari circuit drain untuk mengisi kevakuman.

9.Swing Balance Valve

Suatu valve yang dipasang dalam circuit swing diantara swing joystick dan swing pump, yang bekerja berdasarkan pressure output swing pump dan output pressure joystick untuk mengatur sudut pump (negative atau positive) dan mempertahankan kecepatan swing, sesuai dengan gerakan joystick dan beban atau pressure swing circuit.

10.Boom Float Valve

Suatu komponen yang dipasang pada circuit Boom cylinder diantara sisi bottom dan sisi head yang berfungsi untuk mengalirkan oli dari sisi bottom ke sisi head pada saat boom Lower, sehingga pada dasarnya attachment bergerak turun berdasarkan beratnya sendiri dan flow oli dari pump tidak digunakan, kondisi tersebut saat switch boom float posisi OFF.

11.Arm Float Valve

Suatu komponen yang dipasang pada circuit Arm cylinder diantara sisi bottom dan sisi head yang berfungsi untuk mengalirkan oli dari sisi bottom ke sisi head pada saat Stick IN, sehingga pada dasarnya rod cylinder bergerak masuk berdasarkan beratnya sendiri dan flow oli dari pump tidak digunakan, kondisi tersebut saat switch Stick float posisi OFF.

12.Pre-loading Valve / Tank line pre-charge valve

Suatu valve yang dipasang pada hydraulic tank, dalam circuit return diantara control valve dan hydraulic tank, yang bekerja untuk mempertahankan pressure pada circuit return sebesar + 12 bar, dengan tujuan mencegah terjadinya kevakuman dalam system, sebagai supplay anti cavitations valve dan membantu meningkatkan respon pergerakan actuator saat digerakkan berlawanan dengan arah pergerakkan awal (misal : cylinder extend ke retract atau sebaliknya)

13.Travel Retarder Valve

Retarder travel valve dipasang menjadi satu dengan travel control valve (RH&LH), dan didalam circuit terpasang diantara travel control valve dan travel motor. Valve ini bekerja berdasarkan perbedaan pressure antara port MA dan MB sehingga motor dapat berputar sesuai dengan quantity oli suplaynya, dan juga berfungsi sebagai brake valve saat unit travel pada jalan menurun, kecepatan motor menjadi lebih cepat karena factor percepatan berat unit, sehingga terjadi penurunan pressure pada sisi suplaynya yang justru menyebabkan travel retarder valve kembali ke posisi netral untuk memperkecil jalur yang kembali ke tank, akibatnya timbul back pressure yang akan menahan putaran motor, dengan demikian kecepatan travel secara otomatis dikurangi dan mencegah terjadinya kevakuman pada motor.

14.       Non Return Valve (Main Pump Check Valve)

4 buah check valve yang dipasang pada port inlet pump distributor block, yang berfungsi untuk mencegah pressure dari salah satu pump mengalir ke pump lainnya pada saat hanya satu engine yang dihidupkan.

I.TECHNICAL TERMINOLOGI

1.Pre-tension / Preloading pressure

Pressure + 12 bar yang sengaja diberikan pada circuit return diantara control valve port return dan hydraulic tank, dengan tujuan mencegah terjadinya kevakuman dalam system, sebagai supplay anti cavitations valve dan membantu mempertahankan respon pergerakan actuator saat digerakkan berlawanan dengan arah pergerakkan awal (misal : cylinder extend ke retract atau sebaliknya)

2.Anti Cavitations Valve

Lihat diatas.

3.Cut Off Pressure

Saat main pressure mencapai + 300 bar atau sebelum relief pressure tercapai, maka Cut-off valve akan bekerja memperkecil sudut main pump untuk menurunkan flow discharge pump, sehingga dapat mencegah terjadinya Hydraulic Relief Loss (kerugian kehilangan tenaga engine secara percuma saat relief pressure tercapai). Saat relief pressure tercapai, actuator tidak dapat bergerak lagi, jika flow discharge pump dipertahankan besar, justru akan terjadi kelebihan flow oli dalam system tetapi tidak mengalir dan hanya akan dikembalikan ke hyd tank melalui main relief valve, sehingga justru mengakibatkan oli cepat menjadi panas (overheat) disamping terjadinya kehilangan tenaga. Dengan demikian pada saat relief pressure tercapai hanya dibutuhkan sedikit flow discharge pump yang dialirkan ke dalam system, untuk mempertahankan relief pressure.

4.Safety Pressure

Pressure maksimum yang terjadi dalam circuit actuator (circuit antara control valve dan actuator) saat mendapat beban benturan dari luar atau beban yang terjadi justru karena pengaruh pergerakkan actuator lainnya, atau beban yang terjadi karena adanya gaya inertia. SRV bekerja dengan cara membebaskan sebagian pressure kembali ke circuit drain. Pada saat hal ini terjadi, cylinder atau unit akan bergerak dengan sendirinya untuk menghilangkan beban kejutan yang terjadi. Sehingga mencegah terjadinya kerusakan pada actuator (cylinder atau motor).

5.Relief Pressure

Pressure maksimum dalam circuit system pada saat control valve digerakkan sedangkan actuator tidak bergerak karena actuator (cylinder) sudah end stroke atau overload. Pressure maksimum dibatasi oleh Main Relief valve dengan cara membebaskan sebagian flow discharge pump kembali ke circuit drain, sehingga tidak dapat kerjadi kenaikan pressure yang lebih tinggi, dengan demikian MRV bekerja sebagai pengaman pump.

6.Marking

Pemberian tanda  pada suatu komponen untuk mempermudah pemasangan kembali (misal : pemberian tanda pada hose) dan mencegah pekerjaan berulang (misal : pemberian tanda pada kepala bolt) dsb.

7.SWL (Safe Working Load)

Kemampuan maksimal dalam batas aman suatu sling (kawat baja) atau rantai dan alat angkat saat digunakan mengangkat beban

Closed Loop Circuit

Adalah type circuit yang digunakan pada swing / slew system, dengan menggunakan slew pump bertype axial piston, variable displacement and bi-directional, dimana sudut pump dapat diposisikan positif atau negative, sehingga port suction dan discharge dapat dirubah sesuai arah sudut swashplate pump. Kedua port pump langsung dihubungkan dengan kedua port slew motor, sehingga motor dapat berputar kedua arah sesuai dengan arah sudut main pump. Karena internal leakage pada pump atau motor tidak dapat dihindari, sedangkan pada port suction pump tidak boleh terjadi kevakuman, maka untuk mencegahnya terdapat replenishing system (flushing valve) yang akan mengatur penambahan oli kedalam closed loop circuit, sehingga quantity yang dibutuhkan dapat selalu dipertahankan terpenuhi, dan temperature oli dapat dijaga dalam range kerja normal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar