Sabtu, 12 November 2011

Mencegah Overheating

Kondisi mesin overheat biasanya terjadi pada mesin yang pemiliknya lalai melakukan perawatan sistem pendinginan mesin. Padahal melakukannya tidak sulit.Pemilik hanya perlu memperhatikan enam komponen yang membuat sistem pendinginan dapat bekerja optimal.Yaitu cairan radiator,radiator,tutup radiator,water pump,kipas pendingin dan thermostat.Berikut kami berikan kiat agar terhindar dari panas berlebihan yang bisa mengacaukan hari Anda. Cairan radiator Perawatan sistem pendinginan mesin akan lebih optimal sejak mobil masih baru.Ketika itu seluruh saluran sirkulasi air di mesin dan radiator masih bersih, belum terdapat karat atau korosi.Makanya, produsen kendaraan selalu menggunakan cairan pendingin yang telah dilengkapi dengan unsur anti-korosi di mesin.Jadi untuk mesin lama, pastikan seluruh saluran pendinginan bebas kerak dan karat.Lakukan penggantian air radiator secara rutin plus aditif anti-karat dan anti-kerak. Radiator Seluruh cairan pendinginan yang beredar di dalam mesin di dinginkan diradiator. Makanya,kondisi radiator perlu diperhatikan dengan baik.Saluran-saluran air yang sempit di dalam radiator,sangat rentan penyumbatan akibat kerak atau karat.Bila hal ini terjadi,maka radiator harus diservis di bengkel spesialis.Kisi-kisi di luar radiator juga wajib diperhatikan kebersihannya agar bisa melepas panas dengan baik. Itu sebabnya bagian ini perlu dibersihkan setiap 3 bulan sekali.Pastikan juga tak ada kisi-kisi radiator yang tertekuk, karena bisa menghambat proses pelepasan panas.Kipas Dari tugasnya, kipas pendingin dibagi menjadi dua: kipas radiator dan kondensor AC. Keduanya bisa dibedakan dari posisi penempatan dan dimensinya. Sedangkan dari sisi penggerak,kipas pendingin juga terbagi dua : motor elektrik (umumnya pada mesin berpenggerak depan) dan putaran mesin yang dihubungkan dengan V-belt (diterapkan pada mesin penggerak belakang).Untuk mengetahui kondisi kipas elektrik,Anda dapat mengecek kecepatan putaran motor kipas. Bila mulai melemah, berarti motor kipas harus diganti.Sedangkan bila kipas pendingin mesin digerakkan putaran mesin,pastikan kekencangan V-belt agar tidak terjadi slip.Perlu juga diketahui, kisi radiator yang kotor atau tertekuk juga dapat menyebabkan kerja motor kipas elektrik semakin berat,lantaran jalur udara yang diisap kipas jadi terhambat. Tutup radiator Selain fungsinya sebagai penutup,tutup radiator ini juga memiliki tugas sebagai katup penyalur air ke tangki reservoir saat terjadi kelebihan tekanan di sistem pendinginan. Karena itu pada tutup radiator terdapat angka yang menyatakan tekanan maksimum yang mampu ditahan tutup radiator – umumnya sekitar 0,9 sampai 1,1 bar.Bila tekanan di sirkulasi pendinginan mesin menurun,maka air di tabung reservoir akan terhisap kembali ke radiator.Pastikan kondisi tutup radiator masih sempurna dan tidak bocor di suhu berapa pun. Water pump Fungsinya sebagai pompa yang membuat terjadinya sirkulasi air di sistem pendinginan mesin. Karena fluida yang dipompa hanya berupa air, maka kinerjanya jarang sekali menurun. Kerusakan yang sering terjadi pada water pump adalah di bearing atau sil pompa.Cirinya suara berisik saat mesin berputar atau terjadinya kebocoran di water pump.Thermostat Komponen ini paling sering diabaikan atau malah dilepas karena dianggap mengganggu oleh pemilik mesin.Padahal fungsinya sangat penting dalam menjaga agar suhu kerja mesin tetap ideal. Suhu kerja ideal mesin, sekitar 80–90 derajat Celcius.Prinsip kerja thermostat seperti bendungan.Dalam kondisi dingin,thermostat akan menutup dan membuat sirkulasi air menjadi pendek.Air di mesin tidak akan melewati radiator untuk didinginkan agar suhu kerja cepat tercapai. Setelah mencapai suhu tertentu – tiap thermostat memiliki spesifikasi yang berbeda – katup thermostat akan terbuka dan mengalirkan air ke radiator untuk didinginkan. Melepas thermostat di mesin standar adalah langkah yang keliru, sebab suhu kerja jadi sulit tercapai sehingga pembakaran di mesin jadi tidak efisien.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar