Sabtu, 12 November 2011

Prinsip-Prinsip Pemeliharaan Mesin Diesel

Prinsip-Prinsip Pemeliharaan Mesin Diesel.Dalam memelihara mesin diesel kita memerlukan beberapa prinsip yang perlu diperhatikan. Prinsip tersebut adalah pengecekan ( checking ), kebersihan (cleaning), setel ulang (adjusting) , pengikatan ulang ( retightening ), penggantian atau penambahan oli, penambahan air pendingin,kalibrasi alat ukur dan sensor dan yang tidak kalah penting adalah pengoperasian yang baik.Pengecekan (checking) : Mesin diesel memerlukan pengecekan dalam operasionalnya. Pengecekan bisa dilakukan secara visual atau, pengukuran melalui pressure gauge, thermometer, speedometer , pengecekan melaui pendengaran dan lain-lain.Pengecekan yang dapat dilakukan secara visual meliputi pengecekan kebocoran baik air,oli maupun bahan bakar. Tetapi Lepasnya atau kendornya baut bagian luar mesin diesel juga dapat dilakukan secara visual.Pressure gauge digunakan untuk mengetahui tekanan yang ada dari suatu saluran fluida baik air,oli, maupun bahan bakar.Untuk mengetahui apakah terjadi aliran fluida yang baik atau tidak. Thermometer digunakan untuk memonitor temperatur.Untuk mencegah terjadinya overheating pada mesin diesel.Speedometer digunakan untuk mengukur kecepatan dari putaran mesin diesel. Sedangkan melalui pendengaran kita dapat mengetahui gesekan atau getaran yang berlebih pada suatu komponen tertentu atau juga mengetahui letak kebocoran gas pada mesin diesel.Kebersihan (cleaning) : Kebersihan merupakan faktor penting dalam pemeliharaan mesin diesel. Karena dengan kebersihan akan mempengaruhi lifetime dari komponen-komponen mesin diesel, terutama pada komponen-komponen mesin diesel yang bergesekan seperti bearing,shaft,stem valve, bushing,piston dan silinder liner.Dan kebersihan bisa dikatakan sebagai prinsip utama dari pemeliharaan rutin.Semua filter oli maupun bbm (bahan bakar minyak) juga harus dibersihkan secara rutin untuk menjamin suplai oli maupun bbm mempunyai kualitas yang baik.Setel ulang (adjusting) : Ada beberapa komponen dari mesin diesel harus disetel ulang karena terjadi sedikit keausan atau terjadi sedikit kendor akibat getaran. Komponen tersebut antara lain clearance antara intake or exhaust valve dengan pelatuk pada rocker arm,posisi rek bbm pada masing-masing injection pump, dan setel tekanan pada injektor.Pengikatan ulang (retightening) : Hal ini dilakukan setelah melaksanakan pengecekan atau setelah pembongkaran.Setiap baut mempunyai standar dalam pengikatannya tergantung dari besar baut, material baut dan juga kegunaannya. Biasanya produsen mesin diesel memberikan standar dalam pengikatan.Standar pengikatan dapat berupa satuan kgf, kg.meter, Nm dengan menggunakan kunci momen, dapat berupa besaran derajat, atau juga dengan satuan tekanan : bar, psi dengan menggunakan hydraulic pump. Penggantian atau penambahan oli Masing-masing oli mempunyai karakteristik yang berbeda tergantung kegunaanya.Fungsi utama dari oli adalah pelumasan untuk komponen-komponen yang saling bergesekan.Karena masing-masing oli mempunyai lifetime maka diperlukan penggantian atau penambahan oli secara berkala. Penambahan air pendingin Air yang digunakan untuk pendinginan umumnya adalah air demin. Biasanya diperlukan sedikit penambahan air karena sistem pendinginan mesin diesel dilakukan secara close loop, sehingga hanya sedikit air yang hilang. Kerugian atau kehilangan sedikit air tersebut biasanya terjadi karena sedikit kebocoran pada pompa, atau sebagian menguap karena panasnya mesin. Kalibrasi alat ukur dan sensor Mesin diesel biasanya dilengkapi dengan alat ukur dan sensor.Sensor yang ada dapat berupa sensor alarm maupun sensor pengetrip. Sehingga demi keamanan mesin dan pengguna diperlukan kalibrasi secara berkala tergantung dari jenis alat ukur dan sensornya. Pengoperasian yang baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar