Jumat, 18 November 2011

Reparasi ke Ausan pada cylinder liner

Cylinder liner harus bersih dari lemak, deposit karbon, dan karat, pembersihan dilakukan dengan 2 cara, yaitu:

Ø  Cara mekanis ,
      Dibersihkan dengan kertas gosok, palu ketok, sikat baja atau dengan alat mekanik lainnya dengan memperhatikan permukaan cylinder head agar tidak terjadi kerusakan pada permukaannya.

Ø  Cara kimiawi
Dibersihkan dengan bahan kimia, yaitu larutan alkalin yang dicampur dengan bahan kimia lain seperti : calcined soda, caustic soda, waterglass, sabun, potasium bichromat. dengan larutan kimia dengan komposisi tertentu dan jangka waktu tertentu, karena pada cylinder head terdapat lubang pendingin, dan apabila terlalu lama direndam dalam larutan kimia akan merusak material. Larutan kimia berfungsi untuk melunakkan kerak karbon atau kotoran yang ada kemudian dibersihkan dengan sekrap kayu atau sikat yang kaku, agar tidak tergores maka tidak diijinkan menggunakan sikat kawat.

Ø  Setelah bersih dari kotoran yang ada, maka dilakukan pengukuran pada diameter dalam, untuk mengetahui kerusakan pada cylinder liner.
      Pengukuran diameter bagian dalam menggunakan alat berupa inner diameter gaugeyang mempunyai kepekaan 1:1000. Cara pengukurannya adalah dengan cara memasukkan inner diametr gauge ke dalam cylinder liner dari sisi atas. Pengukuran dilakukan pada dua sisi yaitu

utara-selatan atau timur-barat. Keausan dari bagian ini diketahui dengan mengukur diameter dalamnya atau radiusnya pada beberapa ketinggian dan pada dua bidang yang saling tegak lurus satu sama lain (melintang dan membujur sumbu mesin).Pengukuran diameter dalam dari cylinder atau pelapis cylinder menunjukkan jumlah keausan dari dindingnya. Pada inner diameter gauge terdapat jarum yang sangat peka dengan ukuran 0.0.. mm. Jarum tersebut akan keluar apabila diameter dalam dari cylinder liner tidak sesuai dengan diameter dalam standar, artinya cylinder liner mengalami aus. Kemudian dipilih beberapa titik atau tempat pengukuran, letak pengukuran yang paling penting adalah 1/3L (panjang cylinder liner), semakin banyak maka akan semakin teliti. 



Posisi pengukuran Cylinder

Ø  Apabila cylinder liner mengalami aus maka dilakukan oversize dari ukuran semula dan harus sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam buku manual, karena apabila cylinder liner dioversize maka piston juga harus diganti Piston yang tersedia dipasaran yang sudah memiliki ukuran tertentu. Setiap mesin mempunyai standar yang berbeda. Apabila oversize sudah maksimal maka yang dilakukan adalah mengganti dengan yang baru, karena:

a.  Heat transfer coeffisien yang berubah akibatnya adalah panas yang berlebih (material) water cooler jacket.

b.   Cylinder liner yang tipis kekuatannya akan berkurang sehingga gampang jebol.

c.  Volume ruang bakar membesar, daya bertambah tinggi, bahan bakar boros, ruang kompresi besar, heat tinggi sehingga diagram P-V berubah. 

Ø  Reparasi pada cylinder liner yang mengalami aus adalah dengan pengeboran sesuai dengan ukuran pada manual booknya.

Ø  Setelah dibor, cylinder liner dimachining, kemudian diperiksa dengan tangan atau diraba apakah permukaan cylinder liner sudah halus atau belum. Kemudian dibersihkan dengan kain lalu dicuci dengan solar sampai bersih atau licin, kemudian baru piston dipasang. Karena biasanya bekas pengeboran tajam sehingga bisa menyebabkan piston tergores .

Ø  Apabila ukuran oversize sudah maksimum maka cylinder liner harus diganti dengan yang baru, cylinder liner lama dikeluarkan dengan hidrolis jack (hi-jack) dari bawah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar