Senin, 07 November 2011

SOHC DAN DOHC

Antara SOHC dengan DOHC memang memiliki
perbedaan konsep yang
besar.Kedua istilah
tersebut berbicara
mengenai mekanisme
pergerakan katup.SOHC merupakan singkatan dari
Single Over Head Camshaft,
sedangkan DOHC adalah
kepanjangan dari Double
Over Head Camshaft.
Terlihat dari dari kedua singkatan tersebut ada
satu kata yang sama
yaitu camshaft atau
noken as.Memang pada
noken as inilah terletak
perbedaan kedua teknologi tersebut.
Camshhaft atau noken as
memiliki fungsi untuk
membuka tutup katup
isap dan katup buang.
Katup isap bertugas untuk mengisap campuran
bahan bakar udara ke
dalam ruang bakar.
Sebaliknya, katup buang
memiliki tugas untuk
menyalurkan sisa pembakaran ke knalpot.
Sebenarnya teknologi
mekanisme katup tidak
hanya SOHC dan DOHC,
tetapi masih ada sistem
lain yang disebut OHV (Over Head Valve).
Mekanisme kerja katup ini
sangat sederhana dan
memiliki daya tahan
tinggi. Penempatan
camshaft-nya berada pada blok silinder yang dibantu
valve lifter dan push rod
diantara rocker arm.
Mekanisme OHV banyak
dipakai oleh mesin diesel
truk yang hanya membutuhkan torsi.
Karena pengembangan
teknologinya terbatas,
sistem OHV sudah jarang
digunakan lagi pada
mesin bensin. Para ahli otomotif terus
berpikir untuk
menciptakan sistem
mekanisme katup baru.
Mereka pun beralih ke
model Over Head Camshaft (OHC) yang menempatkan
noken as di atas kepala
silinder. Noken as
langsung menggerakkan
rocker arm tanpa melalui
lifter dan push rod.Camshaft digerakkan oleh
poros engkol melalui
rantai atau tali penggerak.
Tipe ini sedikit lebih rumit
dibandingkan dengan
OHV.Karena tidak menggunakan lifter dan
push rod,bobot bagian
yang bergerak menjadi
berkurang.Ini membuat
kemampuan mesin pada
kecepatan tinggi cukup baik karena katup mampu
membuka dan menutup
lebih presisi pada
kecepatan tinggi. OHC
yang memakai noken as
tunggal sebagai tempat penyimpanan katup isap
dan buang sering di sebut
sebagai SOHC.Setiap
noken as untuk setiap
silinder hanya mampu
menampung 2 katup,1 isap dan 1 buang. Oleh
karena itu,mesin yang
memiliki 4 silinder pasti
hanya bisa memakai 8
katup.
Keinginan untuk membuat mesin yang lebih
bertenaga dibandingkan
model SOHC,mendorong
lahirnya teknologi DOHC.
Mesin DOHC mempunyai
suara yang lebih halus dan performa mesin yang
lebih baik dari pada SOHC
karena masing-masing
poros pada mesin DOHC
memiliki fungsi berbeda
untuk mengatur klep masuk dan buang.
Sementara itu, pada mesin
SOHC,satu poros sekaligus
bertugas mengatur buka/
tutup klep masuk/buang
sehingga pembakaran yang terjadi pada mesin
DOHC lebih maksimal dan
akselerasi mobil bermesin
DOHC menjadi lebih baik.
DOHC memakai dua noken
as yang ditempatkan pada kepala silinder.Satu untuk
menggerakkan katup isap
dan satu lagi untuk
menjalankan katup buang.
Sistem buka tutup ini
tidak memerlukan rocker arm sehingga proses kerja
menjadi lebih presisi lagi
pada putaran tinggi.
Konstruksi tipe ini sangat
rumit dan memiliki
kemampuan yang sangat tinggi dibandingkan dua
teknologi lainnya.
Mekanisme katup DOHC
bisa dibagi menjadi dua
model yaitu single drive
belt directly dan noken as intake (isap) yang
digerakkan roda gigi.
Pada teknologi pertama,
dua noken as digerakkan
langsung dengan sebuah
sabuk. Sedangkan pada model kedua,hanya salah
satu noken as yang
disambungkan dengan
sabuk. Umumnya
ada lah bagian roda gigi
katup intake. Antara roda gigi intake disambungkan
dengan roda gigi exhaust
(buang), sehingga katup
exhaust akan turut
bergerak pula.
Adanya dua batang noken as memungkinkan
pabrikan untuk
memasangkan teknologi
multi katup dan katup
variabel pada mesin DOHC.
Dalam satu silinder bisa dipasang lebih dari satu
katup.Saat ini umumnya
pabrikan menggunakan
model 2 katup isap dan 2
katup buang,sehingga
mesin DOHC yang memiliki 4 silinder bisa memasang
16 katup sekaligus.
Sebenarnya mesin 4
langkah mempunyai 4
proses kerja yaitu
langkah isap,kompresi,usaha dan buang.Tetapi
bekerjanya katup hanya
membutuhkan katup isap
dan buang,karena sisa
proses lainnya terjadi di
ruang bakar.Mekanime pergerakan katup diatur
sedemikian rupa sehingga
noken as berputar satu
kali untuk menggerakkan
katup isap.Sedangkan
untuk katup buang sebanyak 2 kali
berputarnya poros
engkol.
Gerakan "noken as"
Noken as membuka dan
menutup katup sesuai timing yang telah
diprogram.Noken as
digerakkan oleh poros
engkol dengan beberapa
metode yaitu timing
gear, timing chain dan timing belt.Metode timing
gear digunakan pada
mekanisme katup jenis
mesin OHV yang letak
sumbunya di dalam blok
silinder.Timing gear umumnya menimbulkan
bunyi yang besar
dibandingkan model
rantai (timing chain),
sehingga mesin bensin
OHV menjadi kurang populer dibandingkan
model lainnya.
Model timing chain
dipakai untuk mesin SOHC
dan DOHC.Noken as
digerakkan oleh rantai (timing chain) dan roda
gigi sprocket sebagai
ganti dari timing gear.Timing chain dan roda gigi
sprocket dilumasi dengan
oli. Tegangan rantai diatur
oleh chain tensioner.
Vibrasi getaran rantai
dicegah oleh chain
vibration damper. Noken
as yang digerakkan rantai hanya sedikit
menimbulkan bunyi
dibandingkan dengan
timing gear, sehingga
banyak diadopsi pabrikan.
Teknologi timing belt lahir dari kebutuhan akan
mesin yang bersuara
senyap.Model sabuk ini
tidak menimbulkan bunyi
kalau dibandingkan
dengan rantai.Selain itu tidak memerlukan
pelumasan dan
penyetelan tegangan.
Kelebihan lainnya adalah
belt lebih ringan
dibandingkan rantai.Belt penggerak dibuat dari
fiber glass yang diperkuat
karet sehingga memiliki
daya regang yang baik.
Belt juga tidak mudah
meregang bila terjadi panas.Oleh karena itu,
model belt kini banyak
dipasang pada mesin
modern.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar