Rabu, 07 Desember 2011

Pelumas dan Bahan Bakar Mesin/Motor Diesel.


Pelumas (oli mesin) pada motor diesel memiliki fungsi utama untuk mengurangi gesekan / persinggungan langsung diantara dua permukaan komponen mesin yang saling bergerak dengan cara membentuk lapisan oli yang tipis (oil film) pada permukaan kedua komponen tersebut. Selain fungsi utama tersebut, oli mesin juga berfungsi sebagai :
  • pendingin (penyerap panas komponen yang dilaluinya),
  • perapat (pencegah kebocoran kompresi diantara ring piston dan selinder), dan
  • pembersih (pelarut kotoran / partikel logam hasil gesekan).
Minyak pelumas motor diesel diklasifikasikan berdasarkan viskositas (kekentalan) dan kondisi operasi. Menurut klasifikasi API (American Petroleum Institute), pelumas untuk diesel dibagi menjadi 4 yaitu : kode CA (diesel beban ringan), kode CB dan CC (diesel beban sedang) serta CD (diesel beban berat). Untuk klasifikasi berdasarkan viskositas biasanya ditandai dengan nilai SAE. Minyak pelumas yang
biasanya digunakan untuk diesel generator adalah berkode CB atau CC dengan nilai kekentalan SAE 30 atau SAE 40. Untuk minyak pelumas jenis multigrade (kekentalannya tidak terpengaruh oleh suhu) biasanya berkode “W”. Dalam pemilihan minyak pelumas sebaiknya mengacu pada buku manual motor diesel yang bersangkutan.
Bahan bakar motor diesel generator pada umumnya adalah solar. Solar yang baik harus memenuhi kriteria :
  • Tidak mudah menguap pada temperatur normal.
  • Mudah terbakar pada suhu antara 3500C – 5000C,
  • Tidak mudah membeku pada suhu yang dingin,
  • Memiliki kekentalan yang    memadai sehingga mudah disemprotkan oleh injector.
  • Kandungan sulfurnya rendah.
  • Memiliki daya pelumasan bagi pompa dan nozzle.
  • Memiliki angka cetane (kemampuan mencegah knocking) yang memadai.
Sistem Pelumasan.
Sistem pelumasan pada motor diesel generator berfungsi untuk mengurangi keausan komponen-komponen mesin yang bergerak (bergesekan) dengan membentuk lapisan lipis yang disebut oil film pada permukaan komponen mesin tersebut. Secara umum sistem pelumasan diesel generator termasuk kategori sistem pelumasan tekan atau sirkulasinya dilakukan dengan bantuan pompa sirkulator. Komponen-komponen utama sistem pelumasan motor diesel generator antara lain : panci minyak pelumas atau karter (oil pan), saringan kasar (oil screen), pompa oli (oil pump), saringan oli (oil filter), indikator oli pelumas (oil signal) dan saluran-saluran penyalur minyak pelumas ke komponen pemakai.
Cara kerja sistem pelumasan pada mesin/motor diesel generator adalah sebagai berikut :
ketika motor diesel generator bekerja pompa oli turut berputar bersama poros bubungan yang dihubungkan dengan ujung poros pompa. Bekerjanya pompa oli menyebabkan oli pelumas yang berada di panci oli atau karter tersedot ke atas dengan melalui saringan kasar terlebih dahulu. Setelah melewati pompa, minyak pelumas (oli) mengalami penyaringan kedua pada saringan oli (oil filter) yang lebih halus. Setelah disaring oli dialirkan ke indikator minyak pelumas, kemudian mengalir ke komponen-komponen yang membutuhkan pelumasan seperti ke kepala selinder (mekanisme katup), ke bantalan-bantalan (poros engkol, pena torak, poros bubungan dan sebagainya). Setelah melumasi komponen-komponen tersebut oli pelumas kembali lagi turun ke panci oli atau karter membawa kotoran-kotaran atau partikel logam hasil gesekan juga panas komponen yang dilaluinya. Begitu seterusnya.
Untuk lebih memahami cara kerja sistem pelumasan motor diesel generator perhatikan skema sirkuit pelumasan motor diesel generator berikut ini :
Gambar 12 Skema Sirkuit Pelumasan Motor Diesel 4 Tak Selinder Tunggal
Aliran minyak pelumas pada setiap komponen sistem pelumasan tersebut di atas bila dibuat ke dalam diagram alir (flow chart) adalah sebagai berikut :
Gambar 13 Diagram Alir Sistem Pelumasan
Sistem Bahan Bakar.
Secara sederhana sistem bahan bakar pada motor diesel berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar ke ruang bakar dengan takaran yang sesuai dengan kerja motor diesel tersebut. Komponen utama dari sistem bahan bakar motor diesel 4 tak selinder tunggal (horizontal) meliputi : (a). tangki bahan bakar, (b) keran, (c) saringan bahan bakar, (d) pompa injeksi bahan bakar, (e) pipa penyalur dan pipa tekanan tinggi serta (f) injector (katup injeksi bahan bakar).
Gambar 13 Skema Sistem Bahan Bakar Diesel Penggerak Generator
Adapun fungsi dari masing-masing komponen sistem bahan bakar tersebut diatas meliputi :
  • Tangki bahan bakar berfungsi sebagai tempat penampungan bahan bakar motor diesel.
  • Keran berfungsi untuk membuka dan menutup aliran bahan bakar dari tangki ke saringan bahan bakar.
  • Saringan bahan bakar berfungsi untuk menyaring kotoran atau partikel-partikel kecil yang mengalir bersama bahan bakar, agar bahan bakar yang dialirkan ke pompa injeksi bahan bakar benar-benar bersih.
  • Mekanisme governor berfungsi untuk mengatur jumlah suplay bahan bakar ke injector sesuai dengan beban kerja mesin (putaran mesin).
  • Pompa injeksi bahan bakar berfungsi untuk menaikkan tekanan bahan bakar sehingga bahan bakar mampu membuka katup injeksi (melawan pegas penekan katup). sehingga proses penyemprotan bahan bakar dalam selinder berlangsung sempurna (bahan bakar berbentuk kabut/partikel kecil).
  • Injektor (katup injeksi bahan bakar) berfungsi untuk menyemprotkan bahan bakar bertekanan tinggi ke dalam ruang  bakar sehingga proses pembakaran (langkah usaha) dapat berlangsung dengan baik.
Adapun cara kerja sistem bahan bakar pada motor diesel generator secara umum adalah sebagai berikut : “Ketika keran bahan bakar diputar ke posisi membuka maka bahan bakar akan mengalir ke pompa
injeksi dengan melalui saringan    bahan bakar terlebih dahulu. Saat mesin mulai berputar, pompa injeksi    juga turut bekerja atau memompakan bahan bakar ke injector (a) melalui pipa tekanan tinggi.
Tekanan bahan bahan bakar    yang tinggi mengakibatkan    pegas penahan katup nozzle di dalam injector terdesak (membuka nozzle) dan bahan bakar terinjeksikan ke dalam ruang bakar (b). Setelah proses injeksi bahan bakar selesai, maka katup nozzle akan menutup kembali (c) karena adanya tekanan pegas pengembali.
Gambar 14 Urutan kerja katup nozzle pada proses injeksi bahan bakar
Bahan bakar (solar) yang berlebihan pada injector kemudian dialirkan kembali ke tangki bahan bakar berkat adanya relief valve dan saluran pengembali. Dengan demikian tidak terjadi pemborosan bahan bakar, karena bahan bakar yang tersisa / berlebih saat peristiwa penyemprotan bahan bakar dikembalikan lagi ke tangki bahan bakar.
Aliran bahan bakar (solar) pada setiap komponen sistem bahan bakar tersebut di atas bila dibuat ke dalam diagram alir (flow chart) adalah sebagai berikut :
Gambar 15 diagram alir bahan bakar


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar