Rabu, 07 Desember 2011

propeller



propeller kapal (baling baling kapal) merupakan alat gerak mekanik kapal,sebelum kita bahas masalah baling-baling kapal atau propeller kapal baiknya kalo kita bahas dulu alat gerak kapal yang diklasifikasikan menjadi 2 jenis, yaitu alat gerak non-mekanik kapal dan alat gerak mekanik kapal. Alat gerak kapal yang non-mekanik adalah Dayungdan Layar kapal, sedabgkan alat gerak kapal yang mekanik yaitu sebagai berikut:
  •  Fixed Pitch Propeller
  •  Ducted Propeller
  • Contra-rotating Propeller
  • Overlapping propeller
  • Controllable Pitch Propeller
  • Waterjet Propulsion System
  • Cyclodial Propeller
  • Paddle Wheels
  • Superconducting Electric Propulsion System
  • Azimuth Podded Propulsion System
sejarah alat gerak kapal alias baling baling kapal alias propeller kapal

propeller kapal


                                          gambar Archimedean Screw Pump
Awal sejarah perkembangan tentang alat gerak kapal mungkin dapat ditarik jauh hingga kisaran 287 – 212 SM yang mana seorang Archimedes menemukan piranti untuk memindahkan air dari danau ke saluran irigasi pertanian Syiracuse di Sicily. Alat ini kemudian dikenal dengan sebutan “Archimedean Screw Pumps”. Adapun bentuk dari Archimedean Screw Pump adalah seperti yang diilustrasikan seperti Gambar diatas.
Kemudian di Abad ke XV-an, seorang bernama Leonardo da Vinci (1452-1519) telah membuat sketsa teknis tentang prinsip-prinsip ulir (screw principle) seperti yang digunakan sebagai helicopter rotor. Beberapa tahun kemudian di tahun 1661, Toogood dan Hayes dari Britain telah mematenkan (claimed patent) temuannya yang mana prinsip screw menggunakan helical surfaces (Archimedean screws) sebagai propeller.
Selanjutnya, seorang ahli fisika dari Inggris yang bernama Hooke di tahun 1680 menyarankan untuk menggunakanArchimedean screw pada sistem penggerak kapal (ship propulsion).
secara singkat baling baling kapal atau propeller kapal merupakan suatu alat mekanik untuk menghasikan gaya dorong kapal, gaya dorong atau putaran pada baling baling kapal atau propeller kapal di hasilkan ditransmisikan dari poros propeller yang berasal dari main engine yang ada di kamar mesin kapal

jenis-jenis baling baling kapal atau propeller kapal
  1. Controllable Pitch Propellers (CPP) : Pemilihan dalam aplikasi baling-baling CPP dibandingkan dengan penerapan FPP, adalah disebabkan oleh kebutuhan yang lebih tinggi untuk pengaturan dalam operasional yang harus lebih fleksibel dari pada kebutuhan efisiensi propulsi pada saat kondisi servis. 
  2. Contra-rotating propellers  : Baling-baling jenis ini mempunyai dua-coaxial propellers yang dipasang dalam satu sumbu poros, secara tersusun satu didepan yang lainnya dan berputar saling berlawanan arah.
  3. Fixed Pitch Propellers (FPP) : Baling-baling kapal ini secara umum telah memenuhi ‘proporsi’ yang tepat terutama jenis rancangan dan ukurannya, baik itu untuk baling-baling perahu motor yang kecil hingga untuk kapal muatan curah hingga kapal tangki yang berukuran besar.
  4. Overlapping Propellers Konsep dari baling-baling ini adalah dua propeller tidak dipasang/diikat secara coaxially, tapi masing-masing propeller memiliki sumbu poros pada sistem perporosan yang terpisah. Sistem ini dalam prakteknya, adalah sangat jarang diaplikasikan.
  5. masih banyak lagi cuman saya lagi malas copas 
baling baling kapalfixed pitch propeller
 contoh gambar baling-baling kapal atau propeller kapal

cara menentukan baling-baling kapal atau propeller kapal
Ada beberapa cara untuk menentukan baling-baling kapal/propeller kapal
  • yang pertama Melakukan uji coba model baling-baling kapal di terowongan kavitasi (cavitation tunnel)
  • Memakai hasil seri model (puluhan model baling-baling kapal ditarik pada berbagai kecepatan dll) dalam bentuk grafik
  • Memakai rumus pendekatan yang didapat dari statistik (dengan regresi)
  • Memakai perhitungan Computational Fluid Dynamics (CFD)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar