Rabu, 07 Desember 2011

Syarat terjadinya pembakaran


Pembakaran (cumbustion) juga disebut juga sebagai chemical reaction (reaksi kimia) antara bahan bakar (fuel) dan oksidiser (segala sesuatu yang mengandung oksigen). Walaupun ada proses pencapuran bahan bakar dengan oksigen (sebagai oksidisernya), reaksi kimia tidak serta merta terjadi. Ada prasyarat lain yang harus dipenuhi.
Orang jaman dulu menyebutkan bahwa untuk bisa terjadinya proses pembakaran, maka ada 3 Syarat yang harus dipenuhi (syarat utama), yaitu:



  1. bakan bakar, (lpg, gasolin, minyak diesel, minyaktanah, kertas, kayu,dll. –umumnya mengandung hidrokarbon–)

  2. Oksidizer, (oksigen, udara, dll)

  3. Sumber kalor (korek api, rokok, sumber panas yang lain)


Point ke 3, banyak orang menyebutnya Api (flame), tetapi itu tidaklah tepat. Karena api bukan satu-satunya yang dapat mereinisiasi reaksi kimia (pembakaran). Maka yang lebih tepat adalah sumber kalor/panas (heat source). Proses reaksi kimia membutuhkan energi inisiasi (initial energy, activation energy), untuk memacu rekasi kimia itu sendiri. Jika proses reaksi kimia sudah terjadi, maka proses reaksi kimia itu akan mengkasilkan kalor/panas yang akan digunakan sebagai pemicu proses reaksi kimia dari campuran bahan bakar dan oksidizer yang belum terbakar.

Syarat sekendari adalah dukungan enviromental yang baik. Misal temperatur atau tekanan. Reaksi kimia tidak akan terjadi jika temperatur dan tekanan linkungannya terlalu rendah. Syarat yang lain adalah campuran bahan bakar dan oksidizer harus baik, artinya campuran bahan bakar dan oksidiser yang tidak balance (terlalu banyak bahan bakarnya –rich mixture–, atau terlalu sedikit bahan bakarnya –lean mixture–). Jika campuran bahan bakan tersebut terlalu kaya atau miskin, makan kalor dari campuran tersebut akan menjadi rendah, sehingga proses pembakaran tidak mungkin terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar