Senin, 14 November 2011

Fenomena Back Pressure pada manifold

Sistem perpipaan mempunyai peran yang penting untuk mengalirkan fluida. Pada sistem exhaust pipe motor induk harus di desain sedemikian rupa sehingga mampu mengalirkan fluida dalam hal ini gas buang sampai menerus ke bagian luar dari kapal.Karakteristik dari metal dari exhaust pipe ini harus juga disesuaikan dengan karakteristik gas buang yang mengalir di dalamnya.Gas buang engine pada umumnya mempunyai temperatur yang sangat tinggi maka dari itu perlu diberikan insulasi pada pipa gas buangnya.pipa mempunyai fungsi untuk mengalirkan fluida dari satu tempat ke tempat lainnya.Fluida yang berada didalamnya bisa berupa gas,air ataupun Vapour yang mempunyai temperature tertentu.
*. Fluktuasi tekanan pada manifold
Pengeluaran gas hasil pembakaran memiliki mekanisme tersendiri dalam sebuah motor bakar dalam.Pada motor bakar 2 langkah,sistem gas buang yang ada erat kaitannya dengan sistem pembilasan yang dipakai oleh sebuah engine.Saat jendela buang terbuka, gas hasil pembakaran mengalir dengan kecepatan tinggi ke sistem gas buang karena perbedaan tekanan yang besar.Tekanan naik hingga akhir dari tahap pembilasan dan terjadi fluktuasi tekanan pada silinder.Gelombang energi yang bergerak karena keluarnya gas hasil pembakaran dari dalam silinder mengakibatkan tekanan dalam jendela buang naik.Terjadi rambatan gelombang bertekanan dengan kecepatan suara sepanjang pipa gas buang.Pada saat mencapai ujung pipa,gelombang energi gas terpantul karena perbedaan kondisi (ambient condition) yang ada dan kelembapan gas buang disekitar mulut pipa. Pantulan ini mampu mengembalikan sebagian gelombang kedalam silinder.Fenomena ini yang sering disebut Back Pressure.
Dengan menggunakan panjang pipa yang tertentu pada putaran maksimum, pantulan gelombang yang terjadi diakhir langkah pembilasan dapat diatur hingga memungkinkan terjadinya tekanan yang optimal di dalam pipa gas buang dan selanjutnya pada silinder.Karena ketidak sesuaian di atas akan mempengaruhi efisiensi pembilasan dan daya yang dihasilkan oleh engine.Exhaust System
Adalah sistem perpipaan yang bertujuan untuk mengalirkan fluida gas dari hasil pembakaran mesin untuk dikeluarkan kebagian luar dari ruang kamar mesin,meredam kebisingan dan juga untuk mengurangi pencemaran gas buang. Pada proses hasil dari pembakaran maka pasti terdapat sisa pembakaran yaitu hydrocarbons (fuel), carbon monoxide,carbon dioxide,nitrogen oxides, sulfur dioxide, phosphorus atau juga terdapat moekul dari logam berat seperti molybdenum,semuanya itu berupa gas dan selanjutnya dibawah tekanan yang tinggi maka gas yang mempunyai suhu yang tinggi itu akan didorong oleh piston masuk kebagian exhaust manifold,biasanya exhaust manifold terbuat dari cast iron,stainless steel atau fiber glass.Dalam desain sistem exhaust,maka harus dipertimbangkan temperatur gas buang yang dihasilkan mesin, kekuatan getaran, lingkungan dan juga harus memenuhi standard yang mengatur tentang desain exhaust system.Sambungan pada exhaust sistem juga harus mampu menahan kemungkinan terjadinya keretakan.Dalam pengoperasiannya exhaust system harus mempuyai ketahanan untuk mengalirkan fluida gas dengan temperatur yang tinggi,untuk beberapa engine yang besar temperatur gas buang bisa mencapai 350 o F,sehingga desain exhaust pipe didesain bisa tahan pada temperatur 800 o f.untuk menjaga supaya exhaust pipe tetap bisa mengalirkan gas buang tersebut dengan baik dan aman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar