Sabtu, 19 November 2011

FUEL SYSTEM

(FUEL SYSTEM) Sistem bahan bakar ini secara umum terdiri atas fuel oil transfer,filtery dan purifering:fuel oil circulating,fuel oil supply,dan heater.Bahan bakar di kapal disimpan di storage tank.Koil pemanas harus dipasang pada tangki bunker sehingga temperatur bahan bakar pada tangki bunker dapat dipertahankan pada temperatur 40-500C.Dari bunker bahan bakar dipompakan ke settling tank,dimana sebelum masuk pompa bahan bakar akan melalui strainer untuk menyaring kotoran–kotoran.Di settling tank ini juga diberi pemanas dan suhu dipertahankan pada kisaran 50–700C. Kemudian dari settling tank dipompakan ke centrifuges untuk membersihkannya dari kotoran dan air.Lalu setelah dari centrifuges masuk ke service tank Dari service tank,bahan bakar dialirkan menuju ke supply pump yang mempunyai tekanan 4 bar.Supply pump ini juga disebut bagian bertekanan rendah dari circulating system bahan bakar.Untuk menghindari terbentuknya gas/udara pada bahan bakar,maka dipasang sebuah venting box.Venting box terhubung dengan service tank melalui automatic deaerating valve yang bertugas untuk membebaskan gas/udara yang ada dan akan menampung cairan/liquid. Dari bagian bertekanan rendah system bahan bakar tersebut(supply pump)bahan bakar kemudian dialirkan ke circulating pump yang akan memompa bahan bakar melewati heater(untuk dipanaskan sampai 150C)dan full flow filter(penyaringan)untuk kemudian masuk ke motor induk.Untuk memastikan pensuplaian bahan bakar cukup banyak,maka kapasitas dari circulating pump dibuat lebih besar dari jumlah bahan bakar yang di konsumsi oleh motor induk.Dan kelebihan bahan bakar tersebut akan disirkulasikan kembali dari motor melalui venting box yang kemudian akan menuju ke circulating pump kembali. Untuk memastikan tekanan konstan pada injection pump pada semua beban kerja motor induk,maka Spring Loaded Overflow dipasang pada system bahan bakar engine. Tekanan bahan bakar yang masuk pada engine harus 7-8 bar,setara dengan tekanan pada circulating pump yaitu sebesar 10 bar.Ketika engine berhenti, circulating pump akan terus bekerja untuk mensirkulasikan Heavy Fuel yang telah dipanaskan dan tetap melewati fuel oil system engine dengan tujuan untuk menjaga bahan bakar tetap panas dan katup bahan bakar tetap terdeaerated.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar