Minggu, 20 November 2011

Kelainan Pembakaran /Failure Combustion Process

persamaan reaksi
pembakaran: Engine mengkonversi
energi kimia dalam fuel
menjadi energi panas. Asumsikan rumus kimia
fuel menjadi metana(CH4) Dengan mereaksikan
dengan udara, maka : CH4 + O2 → CO2 + H2O + kalor Hasil yang diperoleh
adalah karbondioksida
dan uap air serta melepas

panas(kalor) sebesar 1000 BTU/ft3 setiap methane yang direaksikan Udara terdiri dari 23% O2 dan 77% N2. Kedua zat tersebut ikut
dalam reaksi kimia. Tidak semua pembakaran
berlangsung sempurna,
hal ini menyebabkan
terbentuknya emisi gas
buang seperti : NOx, HC,
dan partikulat (smoke). Kelainan Pembakaran /
Failure Combustion
Process: Ketidak-balans-an
(unbalance). Mesin dengan tekanan pembakaran
yang balans akan
mendistribusikan
mechanical dan thermal
stress yang merata ke
semua silinder. Hal ini akan menyebabkan umur
komponen manjadi lebih
panjang dibanding
dengan mesin yang tidak
balans tekanan
pembakarannya Silinder yang mati, tidak
mengalami prsoses
pembakaran(Death
Cylinders) Penyalaan terlalu awal
(early firing). Early Firing terjadi ditandai dengan
kenaikan tekanan
pembakaran yang terlalu
awal dan tekanan
pembakaran yang
tinggi.Hal yang menyebabkan terjadinya
early firing adalah: 1. Temperatur udara masuk
ke ruang bakar yang
tinggi. 2. Timing penyemprotan
bahan bakar yang terlalu
awal. Pembakaran yang lemah
(soft firing). Penyebab soft fire: Pengabutan bahan
bakar yang tidak
sempurna. Kualitas bahan bakar
yang buruk. Kerusakan pada fuel
pump. Waktu penyemprotan
bahan bakar yang
terlambat Detonasi. Pada diesel berbahan bakar HSD
(solar) detonasi terjadi
ketika bahan bakar terus
disemprotkan, namun
tidak terjadi pembakaan
secara stratified, sampai pada suatu saat bahan
bakar dengan jumlah
banyak tersebut terbakar
secara tiba-tiba
menyebabkan ledakan
yang besar. Detonasi menyebabkan umur
komponen menjadi lebih
pendek, hal ini disebabkan
mechanical dan thermal
stress yang diterima
komponen lebih tinggi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar