Selasa, 01 November 2011

Mechanical SeaL

apabila di terjemahkan secara bebas adalah alat pengeblok mekanis. Namun penerjemahan tersebut menjadi lebih susah di mengerti dan di bayangkan bila di bandingkan pengertian teknisnya. Mengapa? Karena pengertian seal mekanis mengandung arti begitu luas.Apakah semua tipe seal mekanis bisa di sebut dengan mechanical seal? O-ring merupakan seal mekanikal,demikian juga Labyrinth Seal, namun keduanya jelas bukan Mechanical Seal. Mechanical seal yang di bahas kali ini adalah suatu tipe Seal yang di pakai pada pompa-pompa kelas industri,agitator, mixer,chiller dan semua rotating equipment (mesin-mesin yang berputar).
Untuk mempermudah pemahaman maka kali ini merasa perlu menyatakan penulisan mechanical seal yang ideal adalah Mechanical Seal dan di sepakati terlebih dahulu bahwa mechanical seal pada dasarnya adalah masuk golongan seal.Seal tidak akan di terjemahkan namun di perjelas pengertiannya lewat serangkaian contoh. Terminologi Yang paling susah buat
pemula adalah pengertian
atas istilah-istilah yang
digunakan dalam
penyebutan bagian
mechanical seal. Untuk itu mari kita samakan
persepsi dahulu atas hal-
hal sebagai berikut: SHAFT adalah as/bagian poros
sebuah alat dan
merupakan bagian utama
dari mesin-mesin yang
berputar.Buku manual
mesin-mesin lebih sering menggunakan kata shaft
dibandingkan as. SHAFT SLEEVE adalah sebuah bushing/adapter yang berbentuk selongsong yang terpasang pada shaft dengan tujuan melindungi shaft akibat pengencangan baut/screw Mechanical Seal. SEAL adalah suatu part/bagian
dalam sebuah konstruksi
alat/mesin yang berfungsi
untuk sebagai
penghalang/pengeblok
keluar/masuknya cairan,baik itu fluida proses
maupun pelumas.Pada
sepeda motor atau mobil
sering kali bengkel bilang
karet sil,sil-as kruk,oil-
seal. Analogi lainnya coba anda bayangkan sebuah
aquarium.Apa yang akan
terjadi jika kaca-kaca
ditempelkan tanpa diberi
lem kaca/sealant? Lem kaca setelah mengeras,pada kondisi tersebut adalah seal.Bisa disepakati bahwa Seal lebih merujuk pada pengertian suatu fungsi. Apapun bentuk dan materialnya,apabila berfungsi untuk mencegah kebocoran, maka dia disebut sebagai Seal.O-RING awalnya adalah merujuk pada karet berbentuk bundar yang berfungsi sebagai Seal.Perkembangan teknologi o-ring sebagai alat pengeblok cairan sekunder (secondary sealing device) menghasilkan berbagai tipe o-ring berdasarkan materialnya.Material o- ring,ada dari karet alam, EPDM,Buna,Neoprene, Viton,Chemraz,Kalrez, Isolast hingga tipe Encapsulated O-Ring, dimana o-ring dibalut dengan PTFE.Ada pula yang murni dibuat dari PTFE dan disebut dengan Wedge.SEAL FACE adalah bagian paling penting, paling utama dan paling kritis dari sebuah Mechanical Seal dan merupakan titik PENGEBLOK CAIRAN UTAMA (primary sealing device) Terbuat dari bahan Carbon atau Silicone Carbide atau Tungsten Carbide atau keramik atau Ni-resist dengan serangkaian teknik pencampuran.Permukaan material yang saling bertemu (contact) dibuat sedemikian halusnya hingga tingkat kehalusan/kerataan permukaan mencapai 1 - 2 lightband.
Seringkali Seal face disebut juga dengan contact face.Seal faces berarti ada 2 seal face. Yang satu diam dan melekat pada dinding pompa dan yang lainnya berputar,melekat pada shaft.Yang berputar biasanya terbuat dari bahan yang lebih lunak/soft.Kombinasinya bisa berupa carbon versus silicone carbide,carbon vs ceramic,carbon vs tungten carbide,silicone carbide vs silicone carbide,
silicone carbide vs tungsten carbide.
Setelah memahami bagian-bagian yang menyusun Mechanical Seal maka bisa dilanjutkan bahwa Mechanical Seal adalah suatu sealing device yang merupakan kombinasi menyatu antara seal face yang melekat pada shaft yang berputar dan seal face yang diam dan melekat pada dinding statis casing/housing pompa/tangki/vessel/
kipas.
Seal face yang ada pada shaft yang berputar seringkali disebut sebagai Rotary Face/Primary Ring. Sedangkan Seal face yang diam atau dalam kondisi stasioner sering disebut sebagai Stationary Face/Mating Ring/Seat.Dengan demikian bisa diambil simpulan definisi Mechanical Seal adalah Sebuah alat pengeblok cairan/gas pada suatu rotating equipment yang terdiri atas : 1. Dua buah seal face
yang bisa aus dimana salah satu
diam dan satunya
lagi berputar
membentuk titik pengeblokan primer
(primary sealing). 2. Satu atau
sekelompok o-ring/
bellows/PTFE wedge
yang merupakan
titik pengeblokan
sekunder (secondary sealing). 3. Alat pembeban
mekanis untuk
membuat seal face
saling menekan. 4. Asesoris metal yang
diperlukan untuk
melengkapi
rangkaian
Mechanical Seal.Cara Kerja Mechanical
Seal Titik utama pengeblokan dilakukan oleh dua seal faces yang permukaannya sangat halus dan rata. Gesekan gerak berputar antara keduanya meminimalkan terjadinya kebocoran.Satu seal face berputar mengikuti putaran shaft,satu lagi diam menancap pada suatu dinding yang disebut dengan Gland plate.Meterial dua seal faces itu biasanya berbeda.Yang satu biasanya bersifat lunak, biasanya carbon- graphite yang lainnya terbuat dari material yang
lebih keras seperti silicone-carbide.
Pembedaan antara material yang digunakan pada stationary seal face dan rotating seal face aalah untuk mencegah terjadinya adhesi antara dua buah seal faces tersebut.Pada seal face yang lebih lunak biasanya terdapat ujung yang lebih kecil sehingga sering dikenal sebagai wear-nose (ujung yang bisa habis atau aus tergesek). Ada 4 (empat) titik sealing/pengeblokan,
yang juga merupakan jalur kebocoran jika titik pengeblokan tersebut gagal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar