Senin, 14 November 2011

Oli Menyusut / Berkurang

Kemana susutnya oli? Oli susut bisa mengancam
kinerja mesin.Bila bocor,
mudah
diketahui.Persoalan jadi
terlihat rumit kalau oli
susut tapi tidak ada tanda-tanda bocor.Padahal ini
soal gampang.Membuat mesin panjang umur antara lain
menjaga volume oli mesin
seperti rekomendasi
pabrik. Volume oli bisa
menyusut karena terbakar dan bocor.Bocor
diketahui karena ada
ceceran oli dibawah mesin.Persoalan jadi TERLIHAT
rumit kalau oli susut tapi
tidak ada tanda-tanda
bocor. Padahal ini soal
gampang karena
hilangnya oli yang terbakar di mesin itu
hanya lewat empat cara.
Yaitu masuk lewat valve
guides,piston rings,
engine ventilation system
atau pada beberapa mesin menerobos lewat bocoran
di gasket intake manifold. [1]. Valve guides atau Katup mesin
(valve)bergerak di dalam
.valve guides yang
merupakan bagian
cylinder head. Ada
sejumput oli di valve guide sini yang diperlukan
untuk lubrikasi
komponen-komponen
bergerak.Ada oil seals
untuk menjaga agar oli
yang masuk tidak berlebihan.Jarak yang
berlebihan antara valve
dan guides atau seals
yang aus/rusak
memungkinkan oli dalam
jumlah lebih banyak mengalir masuk
lewat guides dan masuk ke
mesin.Untuk mengetahui apakah
mesin masalah ini,mudah saja.
Yaitu muncul asap (dari
oli yang terbakar) begitu
mesin dihidupkan setelah di diamkam berjam-jam.
Karena didiamkan berjam-
jam,oli punya waktu
untuk mengalir turun
melewati guides dan
terkumpul di balik katup.Begitu mesin
di stater,seketika oli yang
terkumpul itu masuk ke
ruang bakar dan terbakar
yang asapnya dikirim
keluar.Pola mesin stop and go cenderung
menyebabkan lebih
banyak oli yang masuk ke
intake guides karena daya
hisap intake manifold lebih
besar. Langkah pertama
perbaikan : menganti
valve seals.Pada saat
penggantian,mekanik
bisa memperkirakan
tingkat keausan valve guides.Bila jarak
(clearance) guides terlalu
renggang, maka cylinder
heads harus dilepas untuk
perbaikan. [2]. Piston rings : Piston rings dan dinding
silinder yang aus memberi
jalan oli masuk ke ruang
bakar.Oli terlempar ke
dinding silinder dari
crankshaft bearing.Jadi bearing clearances
yang besar dapat
'memakan' oli karena
semakin banyak oli yang
terlempar ke dinding
silinder,lebih banyak dari yang bisa dikontrol oleh
ring piston. rpm tinggi
juga membuat oli
terlempar lebih banyak ke
silinder.Jadi oli bisa saja berkurang meskipun
kondisi piston rings bagus.
Oli menyusup melewati
piston rings meninggalkan
jejak asap yang keluar
dari knalpot ketika melaju tapi tidak menimbulkan
asap saat di stater.Meskipun uji kompresi
mesin bisa men-diagnosa
kasus ini, tapi lebih
di sarankan secara visual.
Lepas busi dan gunakan
senter kecil untuk memeriksa bagian atas
piston. Kondisi normal
dicirikan dengan lapisan
karbon hitam atau coklat
pada bagian atas karbon.
Sebaliknya, maka lapisan karbon berada di tepi
piston. [3]. Engine ventilation system : Sistem ventilasi mesin
bertugas melepas uap
berbahaya dari crankcase.
Hal itu dilakukan dengan
menariknya melewati PCV
valve ke intake manifold dimana asap itu dibakar
kembali. Bila katup PCV
yang dipakai bukan
peruntukannya,bisa jadi
kabut oli ikut terhisap ke
ruang bakar.Jadi pastikan menggunakan PCV valve
yang benar. Gasket intake manifold bocor Oli juga bisa hilang karena
kebocoran gasket intake
manifold pada sejumlah
mesin V6 dan V8 yang
menyebabkan oli masuk
keruang bakar. Karena kebocoran terletak
dibagian bawah intake
manifold, jadi sulit untuk
memeriksanya. Proble m
ini dicirikan dengan busi
buruk pada salah satu silinder akibat kebocoran
itu.Yang penting, adalah
jangan sampai volume oli
di bawah batas yang
direkomendasikan pabrik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar