Senin, 14 November 2011

Waspadai Mesin Tak Stabil Saat Idle Konsumsi Bbm

Waspadai Mesin Tak
Stabil Saat Idle Konsumsi bahan bakar
minyak (BBM) yang boros
bukan hanya disebabkan
oleh gaya mesin yang tidak tepat,melainkan juga bisa dipengaruhi dari
setingan mesin kita.Terutama dari
pengaturan campuran
bahan bakar dan udara
yang kurang pas.Bisa jadi,pengaturan perbandingan
bahan bakar mesin tidak
tepat sehingga membuat
campuran menjadi
“gemuk”. Disebut
“gemuk” karena pasokan bahan bakar ke
ruang bakar lebih besar
dari yang dibutuhkan.Itu sebabnya, pengaturan
campuran udara dan
bahan bakar
mempengaruhi boros
tidaknya konsumsi bbm.
untuk mengetahui pas atau tidaknya
pengaturan tersebut,
caranya sangat mudah.
Salah satunya dapat kita
deteksi ketika mesin
dalam posisi idle. Jika RPM mesin turun naik,ini
pertanda pengaturan
perbandingan bahan
bakar dan udara yang
kurang pas. Seharusnya,
setelah kunci kontak diputar ke posisi START
dan mesin hidup, RPM
tetap stabil saat gas
kita diamkan.Karena itu,waspadai
mesin yang tidak stabil
dalam posisi idle.Selain
mengakibatkan konsumsi
yang lebih boros,sangat
mungkin mesin tiba-tiba mati saat mobil tengah
kita pacu di tengah di
jalan.Cara mengetahui
pengaturan campuran
bahan bakar dan udara
yang kurang pas dengan
metode lebih sederhana
adalah melalui uji emisi gas buang.Bila pada
kertas hasil test tertera kadar HC dan CO yang
terlalu tinggi, berarti
bahan bakar yang masuk
ke ruang bakar terlalu
besar daripada yang
dibutuhkan akibat pengaturan yang tidak
pas.Solusinya sederhana.
Tinggal mengatur kembali
perbandingan campuran
bahan bakar dan udara di
mesin. Setiap
melakukan servis rutin biasanya
mekanik melakukan
pemeriksaan dan
penyetelan rasio bahan
bakar dan udara yang
terbakar atau sering disebut setel CO. Meskipun demikian, bukan
tak mungkin bila
penyetelan sudah pas
tetapi pembakaran bbm
tetap tidak sempurna.
Untuk memastikannya, lakukanlah pemeriksaan
throttle body.
Kemungkinan besar
komponen tempat
mengalirnya udara ini
kotor dan mengganggu kelancaran aliran udara ke
ruang bakar.Selain itu, periksa juga
sistem pengapiannya.
Barangkali ada busi yang
sudah mati, coil sudah aus
atau tahanan-tahanan
pada kabel busi pengapian terlalu tinggi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar