Selasa, 06 Desember 2011

cara merawat mesin

diesel Mesin diesel adalah sejenis mesin pembakaran dalam; lebih spesifik lagi, sebuah mesin pemicu kompresi, dimana bahan bakar dinyalakan oleh suhu tinggi gas yang dikompresi, dan bukan oleh alat berenergi lain (seperti busi). Ketika gas dikompresi, suhunya meningkat, mesin diesel menggunakan sifat ini untuk menyalakan bahan bakar. Udara disedot ke dalam silinder mesin diesel dan dikompresi oleh piston yang merapat, jauh lebih tinggi dari rasio kompresi dari mesin menggunakan busi.
Pada saat piston memukul bagian paling atas, bahan bakar diesel dipompa ke ruang pembakaran dalam tekanan tinggi, melalui nozzle atomising, dicampur dengan udara panas yang bertekanan tinggi. Hasil pencampuran ini menyala dan membakar dengan cepat. Ledakan tertutup ini menyebabkan gas dalam ruang pembakaran di atas mengembang,
mendorong piston ke bawah dengan tenaga yang kuat dan menghasilkan tenaga dalam arah vertikal. Rod penghubung menyalurkan
gerakan ini ke crankshaft yang dipaksa untuk berputar, menghantar tenaga berputar di ujung pengeluaran
crankshaft.Scavenging
(mendorong muatan-gas yang habis terbakar keluar dari silinder, dan menarik udara segara kedalam) mesin dilaksanakan oleh ports atau valves. (Lihat direct injection vs indirect injection untuk tipe injeksi bahan bakar). Untuk menyadari kemampuan mesin diesel, penggunaan turbocharger untuk mengkompres udara yang disedot masuk sangat dibutuhkan; intercooler untuk mendinginkan udara yang disedot masuk setelah kompresi oleh turbocharger
meningkatkan efisiensi.
Piston dalam bahasa Indonesia juga dikenal dengan istilah torak adalah komponen dari mesin pembakaran dalam yang berfungsi sebagai penekan udara masuk dan penerima hentakan pembakaran pada ruang bakar silinder liner. Komponen mesin ini dipegang oleh setang piston yang mendapatkan gerakan turun-naik dari gerakan berputar crankshaft.
Piston mesin diesel merupakan sumbat geser yang terpasang presisi di dalam sebuah silinder. Dengan tujuan, baik untuk mengubah volume dari tabung, menekan fluida di dalam silinder, membuka- tutup jalur aliran atau pun kombinasi semua itu.Pada silinder hidrolik piston menerima gaya dari fluida dan diteruskan menjadi gerakan segaris (linear) .Mantapnya mesin diesel ini dimungkinkan karena beberapa alasan diantaranya lain mesinnya
lebih kokoh dan mesin diesel tidak menggunakan system pengapian seperti halnya mesin bensin. Pada mesin dengan bahan bakar bensin, tanpa system pengapian mesin diesel Cara merawat mesin diesel : Saringan udara mesin
diesel. Debu adalah musuh
utama dari mesin diesel.
Debu yang masuk ke
ruang mesin
mempercepat keausan pada ruang bakar karena
debu akan menjadi bahan
pengasah antara selinder
dengan ring piston. Maka
pada proyek besar,
seperti pembukaan lahang baru, untuk menghindari
kerusakan tersebut maka
setiap sore teknisi selalu
membersihkan saringan
udara dengan
mengguna¬kan kompresor. Saringan
udara yang tersumbat
debu menyebabkan
jumlah udara yang
diperlukan agar
pembakaran sempurna tidak tercapai. Akibatnya
mesin tidak bertenaga.
Karena mesin tidak
bertenaga lalu sopir suka
menyinjak gas
maksimum, dengan sendir¬inya tindakan ini
menyebabkan solar
terlalu banyak
disemprotkan ke ruang
bakar.Salah satu sebabnya
karena tidak lancarnya udara yang masuk lewat
saringan udara. Bahan bakar solar. sopir
mesin diesel mengisi
penuh tangki solar sore
hari saat mobil mau
istirahat Biasanya biar
kotoran dalam solar mengendap. Udara yang
banyak. akan
meninggalkan air dalam
tangki solar. Sedangkan
air yang mencapai pompa
injektor maupun injektor akan merusak komponen
tersebut. Aki, kabel- kabel dan busi
pemijar. aki dan kabel-
bakel merupakan syarat
mutlak pada mesin diesel.
Tampa aki yang
kondisinya baik mesin diesel "sangat"
menjengkelkan. Aki harus
mampu menggerakan
secara cepat motor starter
sehingga terjadi tekanan
yang tinggi yang membuat solar
meledak.Kita perlu
menjaga aki dan kabel-
kabel terhindar dari solar.
Agar bagian yang disebut
ini terawat dengan baik. Cara lain merawat mesin diesel adalah : Cek Kondisi Oli Oli
mesin.peranannya untuk
melumas komponen-
komponen mesin, seperti
stang seher, seher, dan
ring seher, kruk as dan noken as atau stang klep. Cek Kondisi Aki Jangan
dibiarkan air accu
melewati batas
maksimum dan minimum
yang akibatnya bisa
mempercepat kerusakan pada sel-sel accu. Selain
itu, jika baterei atau accu
tersebut sudah melemah
secepatnya diganti, sebab
jika dipaksakan selain
kedua kutub positif dan negatif akan
mengeluarkan korosi
(serbuk putih), korosi
tersebut akan menjalar ke
bagian kabel-kabel utama
yang menghubungkan arus listrik ke saluran
lampu, dinamo, atau
bagian-bagian lainnya.
Oleh karena itu, jika
terjadi hal itu, arus listrik
yang dihantarkan baterei atau accu tidak sempurna
dan bisa menyebabkan
kerusakan pada
komponen dinamo,
kontak mesin maupun
switch lampu. Periksa Rantai dan Gir
Jangan biarkan rantai
terlalu kendor, atau
terlalu kencang. Terlalu
kendor bisa membuat
rantai copot dari girnya, sementara terlalu kencang
bisa mengakibatkan putus
rantai. Cek juga kondisi
gir, jika sudah tajam
segera ganti karena jika
tidak rantai bisa tiba-tiba putus. Periksa Kabel Koil dan Busi
Perhatikan keberadaan
kabel koil yang
menghubungkan arus
listrik ke busi. Jika sudah
cukup umur dan sudah terlihat ada retakan dan
pengerasan pada kabel
tersebut, maka sebaiknya
diganti. Perhatikan Selang Bensin.
Komponen lainnya yang
perlu diperhatikan selang
bensin ke karburator.
Jangan membiarkan
kondisi selang bensin mengeras atau terjadi
retakan-retakan, karena
bagian dalam selang bisa
jadi sudah tidak elastis
yang mengakibatkan
serbuk kotoran yang berasal dari selang
terbawa ke karburator.
Yang pada akhirnya akan
terjadi penyumbatan
suplai bensin dari tanki ke
karburator sehingga mengganggu sistem
pembakaran. Panaskan Mesin paling
lama 2 Menit .Panaskan
mesin sebelum motor
dijalankan, tak perlu
lama-lama cukup 1-2
menit. Ini supaya sirkulasi oli bisa melumasi seluruh
bagian dalam mesin yang
bergerak. Jangan terlalu
lama memanaskan karena
akan membuat pipa
knalpot menguning selain itu buang-buang bensin. Periksa tekanan angin ban
Jangan terlalu keras dan
juga jangan kurang
karena bisa berakibat
kembang ban motor
rusak. Gesekan terjadi berulang-ulang
antarkomponen mesin mesin diesel mengakibatkan keausan pada bagian permukaannya. Oli pelumas akan membuat permukaan menjadi licin,sehingga gesekan langsung antarkomponen mesin tersebut dapat dicegah.Besarnya gesekan bisa menyebabkan mesin mengalami over heat hingga macet atau menyebabkan kerusakan pada silinder dan piston. Keausan yang paling banyak padadinding silinder oleh cincin torak terjadi diantaranya langkah torak atau ½ langkah torak.
Kekasaran permukaan antara bidangkontak dinding silinder dengan cincin piston merupakan penghambat gerakan piston gaya penghambat pada cincin piston ini dinamakan gaya gesek.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar