Selasa, 06 Desember 2011

Cara Test Arus Pengisian Alternator

Untuk mengetahui besar arus pengisian dari alternator ke aki tentu kita harus mengukurnya agar mendapatkan hasil akurat. Pergunakan Amper meter untuk mengukur arus listrik.

Secara simpel ada 2 macam cara pengukuran arus pengisian aki yakni:


Mengukur Arus pengisian ke aki (Seperti pada gambar A).

Mengukur Arus total dari alternator.

CARA A : Cara ini merupakan cara pengukuran arus listrik dari alternator dikurangi arus beban.
(mesin pada putaran stationer)

Nyalakan mesin mobil dan jangan terlalu lama mengangkat nepel aki

Pasang amper meter A.

Perhatikan arus pada amper meter.

Arus akan besar dan beberapa saat mengecil menjadi sekitar 5 amper.

On kan beban listrik seperti lampu besar dan AC mobil.

Arus pengisian ke aki yang benar tetap akan menunjuk ke 5 amper. tidak boleh nol(0) apalagi minus (Kecuali masih menggunakan regulator voltage cut out).

Apabila hasil pengukuran benar berarti arus pengisian ke aki benar dan cukup.

CARA B : Cara ini merupakan cara pengukuran arus listrik keseluruhan yang dihasilkan oleh alternator . (mesin pada putaran stationer)

Pasang ampermeter seperti pada gambar B (Pergunakan amper meter besar skitar 50 amper).

Nyalakan mesin mobil.

Perhatikan hasil pengukuran.

Stelah start biasanya arus alternator akan besar banget (skitar 50-30amper) dan beberapa saat kemudian akan mengecil sekitar 10-15 amper.

Nyalakan lampu besar. (Arus dari alternator harus meningkat sekitar 30 amper). Setelah selesai matikan.

Nyalakan Ac mobil. (Arus dari alternator harus meningkat sekitar 30-40 amper). Setelah selesai matikan.

Kalau hasil benar berarti sistem pengisian alternator normal.

NB:

Cara ini tidak berlaku untuk dinamo isi yang masih menggunakan Cut Out .

Jangan shortkan/konsletkan output alternator ke ground. (Danger)

Jangan melepas output alternator atau nepel aki pada saat mesin running. (Danger)

2 komentar: