Kamis, 01 Desember 2011

COATING MATERIAL

Coating material adalah material yang terdiri dari: adhesive, sealant, dan lubricant yang di gunakan untuk proses assembly komponen yang pemakaiannya dengan cara dioleskan.

1.  ADHESIVE
Adalah bahan perekat yang digunakan untuk merekatkan dua material agar terikat dengan kuat (misalnya: kekencangan bolt pada shaft yang berputar) dengan beban getaran dan puntiran yang sangat kuat agar ikatan bolt tidak mudah terlepas.


Beberapa aplikasil dan contoh product adhesive yaitu:
a)  Thread locking adhesive , untuk menjamin hasil rakitan dengan mencegah kendornya nut atau bolt akibat getaran.

Threadlocker 243: Adhesive berkekuatan sedang untuk pemakaian umum, cocok untuk bolt hingga M36
Removable threadlocker 242: Adhesive berkekuatan sedang untuk bolt hingga M36 dan dapat dibuka kembali menggunakan kunci biasa.
Permanen threadlocker 262: Adhesive berkekuatan tinggi untuk mengunci segala bolt yang harus menghadapi goncangan dan getaran hebat.
High strength threadlocker 271: Adhesive berkekuatan sangat tinggi untuk bolt sampai M36, dan untuk bolt yang tidak akan dibuka kembali.


b)  Retaining compound , untuk perekat bushing, bearing, pin pulley dan lai-lain. Memperkuat part yang dipasang dengan cara di press. Atau mengencangkan kembali bagian yang sudah kendor dengan cara mengisi celahnya. Mengatasi kebocoran melalui bagian rakitan.

Retaining compound 609: Bahan yang cepat kering, mengisi celah sampai dengan 0,15 mm, untuk pemakaian umum, tegangan geser mencapai 24/mm² pada baja.
Retaining compound 603: Adhesive yang cepat kering dan encer, dipakai untuk merekat bagian – bagian cylindris yang tidak mungkin dihilangkan seluruh minyaknya.
Retaining compound 641: Adhesive berkekuatan sedang untuk merakit bagian  yang sewaktu – waktu dapat dibongkar kembali.
Retaining compound 648: Adhesive berkekuatan tinggi dan cepat kering dengan tegangan geser 26 N/mm² pada baja.



2.  SEALANT

Sealant atau cairan perapat adalah suatu bahan yang digunakan untuk merapatkan atau menutup celah antara dua benda yang ditempelkan, untuk mencegaah terjadinya kebocoran fluida atau gas. Yang termasuk bahan sealant antara lain:

Gasket sealant, thread sealant/ pipe sealant .

Beberapa aplikasi dan contoh product sealant yaitu:

a)  Thread sealing / pipe sealant : Menjamin pencegahan kebocoran dicelah – celah ulir. Mengisi celah yang sangat tahan terhadap zat kimia. Berfungsi sebagai pelumas pada pemasangan ulir pipa, mencegah gesekan serta memberikan torsi yang konstan.

Thread sealant 565: Cepat kering, tahan bahan pelarut, menyegel seketika pada tekanan rendah, kekuatan dapat diatur untuk memudahkan pembongkaran kembali.

Thread sealant 577: Cepat kering dan kental, menyekat dengan cepat, bila sudah mongering kekuatan seal dapat mencapai titik ledak pipa.

Thread sealant 567: Sealant pipa untuk pemakaian pada stainless steel dan sambungan metal, sangat efektif untuk tekanan tinggi. Memiliki ketahanan tinggi terhadap bahan pelarut. 



b)  Gasket sealant / liquid gasket : Menutup kebocoran dan lebih efektif dari pada gasket biasa, karena kontak metal ke metal lebih rapat, hanya mengisi jalur yang bocor.

Liquid gasket 4 (LG-4): Cepat kering, dapat digunakan pada mounting final drive dan transmission case tanpa gasket. Ketebalan sealant setelah dikencangkan sekitar 0,07 – 0,08 mm dengan temperature kerja antara -50 – 150 °C.

Liquid gasket 6 (LG-6): Lambat kering, dapat digunakan pada mounting flange cylinder liner. Jangan digunakan dengan komponen dari bahan cooper alloy. Temperature kerja antara -60 – 230 °C.

Liquid gasket 7 (LG-7): Cepat kering, dapat digunakan pada mounting oil pan, flywheel housing dan lain lain tanpa paper gasket lagi. Temperature kerja antara -60 – 230 °C.



3.  LUBRICANT

Lubricant atau pelican, berfungsi untuk melumasi dua benda yang bergesekan agar tidak terjadi keausan atau jammed (macet) karena karat. Aplikasi lubricant disini adalah sebagai anti seize yang berguna untuk melumasi thread bolt agar memudahkan dalam pelepasan kembali. Penggunaan anti seize sendiri hanya untuk bolt pada posisi tertentu, seperti bolt yang terkena temperature tinggi, atau bolt yang menyebabkan mudah berkarat, agar mudah dibuka kembali saat pembongkaran.

Molybdenum Disulphide Lubricant (LM-P): Dapat diberikan pada bearing dan shaft pada proses press fitting untuk mrncegah bearing dan shaft lengket atau mencegah karat.

Molybdenum Disulphide Grease (LM-G): Dapat diberikan pada bagian Sliding, untuk mencegah bunyi berdecit.



PEMBERIAN THREAD LOCK PADA BOLT

Bersihkan oli atau grease yang menepmpel pada bagian ulir yang akan diberi thread lock maupun pasangannya, dengan menggunakan cairan pembersih. Juga bersihkan air yang menempel pada bagian tersebut dengan angin bertekanan. Kekuatan pengencangan akan berkurang 70 % bila ada oli atau grease, dan thread lock akan mengapung tidak bisa mengeras bila kena air.

Berikan thread lock disekililing ulir, sisakan 1 - 2 ulir bagian ujung bolt yang tidak diberi thread lock. Jika pemberian thread lock terlalu banyak, ciran akan masuk kedalam lubang ulir dan akan menyebabkan tejebak didalam dan bisa mengakibatkan patah pada bolt atau pecah pada housing.

Jangan menanmbah pengencangan atau pengendoran pada bolt yang sudah dikencangkan sebelumnya, karena thread lock sudah mengeras dan tidak dapat diharapkan lagi pengencangan tambahan.

PEMBERIAN PIPE SEALANT

Pastikan bahwa ulir part maupun pasangannya bebas dari luka, debu, grease atau oli.

Berikan pipe sealant kesekeliling ulir merata, karena kecilnya clearance dari ulir elbow, nipple atau taper plug, sehingga tidak bisa bila kita memberikan pipe sealant disatu titik saja.

Hindari pemberian pipe sealant pada ulir female, karena sealant akan masuk ke oli saat pengencangan.

Berikan lagi sealant bila part tersebut harus dikencangkan atau dikendorkan kembali.

Gunakan seal tape sebagai pengganti sealant bila grease atau oli tidak dapat dibersihkan dari bagian berulir tersebut.

PEMBERIAN LIQUID GASKET

Pastikan bagian yang berpasangan bebas dari luka, kotoran, grease maupun oli.

Berikan liquid gasket ke-sekeliling permukaan yang akan dipasangkan tanpa terputus, dan segera pasangkan part tersebut, jangan biarkan liquid gasket sampai mengeras.

Jangan menggerakan cover setelah dipasang, karena liquid gasket dapat rusak.

Berikan lagi liquid gasket bila cover kemudian dilepas lalu dipasang kembali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar