Kamis, 01 Desember 2011

EVAKUASI atau PERSIAPAN MENINGGALKAN KAPAL

Persiapan untuk meninggalkan kapal dalam keadaan darurat dan cara-cara menurunkan alat-alat keselamatan di kapal.

1. MENINGGALKAN KAPAL

Perintah meninggalkan kapal merupakan keputusan terakhir yang di ambil oleh seorang NAHKODA. Apabila ada perintah meninggalkan kapal maka seluruh awak kapal harus menuju ke stasiun Pesawat Luput Maut untuk melaksanakan tugas sesuai sijjil meninggalkan kapal.


2. PERSIAPAN PERORANGAN SEBELUM MENINGGALKAN KAPAL TINDAKAN PERTAMA MENDENGAR ISYARAT TANDA BAHAYA

a. Gunakan seluruh pakaian sebagai pelindung.
b. Kenakan jaket / rompi berenang (life jacket).
c. Terjun ke laut pakai baju berenang.
d. Terjun ke laut memakai pelampung penolong.

3. PENGUASAAN DIRI DARI KEPANIKAN

3 Faktor penting di dalam penguasaan diri dari kepanikan :
a. Kemauan yang besar untuk tetap hidup.
b. Jangan lari dari ketakutan itu, ambillah tindakan untuk mengurangi rasa takut tersebut.
c. Sembahyang atau berdoa adalah cara yang tepat untuk memperkuat mental pribadi dan jangan malu mengerjakannya.

4. TUGAS ABK MELUNCURKAN PESAWAT LUPUT MAUT-SEKOCI PENOLONG

5. KOMUNIKASI DENGAN KAPAL LAIN ATAU TIM S.A.R

Buat tanda-tanda apa saja yang kiranya dapat menarik perhatian kapal lain atau tim SAR, misalnya :
- Menggunakan isyarat kasat mata
- Menggunakan cermin semboyan

6. MENJAUH DARI KAPAL

Setelah terjun dari kapal secepatnya harus menjauh dari kapal. Hal ini dilakukan untuk menghindari daya hisap yang ditimbulkan pada saat mengalami proses tenggelam sehingga menimbulkan tekanan pada air laut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar