Selasa, 06 Desember 2011

MENGENAL ALTERNATOR - PENGISI LISTRIK AKI    

Mesin kendaraan bekerja dengan udara, bahan bakar dan percikan api (busi). Busi sebagai pusatnya, dan untuk mengaktifkannya kita memerlukan listrik. Aki sebagai pemasok listrik hanya cukup untuk Anda beberapa kilometer perjalanan. Kita membutuhkan lebih banyak sumber listrik.


Di sinilah fungsi alternator . Alternator memasok daya yang terus menerus untuk aki, sehingga kita tidak perlu khawatir tentang masalah kehabisan daya. Aki memiliki voltase 12 volt, tapi untuk menjaga baterai 100% terisi dan menjalankan semua fungsi kelistrikan mobil pada saat yang bersamaan; alternator perlu memiliki output antara 13,5 dan 14,8 volt.

Karena alternator dihubungkan ke (dan kritis untuk) peralatan kendaraan lainnya, maka setiap masalah mekanik otomatis berdampak pada fungsinya. Juga berpengaruh pada mendeteksi masalah mobil. Namun dengan memperhatikan lima tanda masalah dalam daftar berikut; membuat deteksi masalah yang terkait dengan alternator sedikit lebih mudah.

Beberapa cara mendeteksi kerusakan alternator :

- Lampu pada dashboard (pada mobil) -
Tanda ALT ( alternator ) atau GEN (generator) menyala.

- Lampu kendaraan redup atau bahkan sangat terang -

Selain itu bisa juga takometer berhenti, power window melambat, dll.

- Lihat, Dengar, dan Rasakan Baunya -

Lihat: belt hilang, ada yang terlepas, ataupun ada yang longar pada bagian mesin.

Dengar: suara'geraman'ataupun'rengekan'sebelum alternator berhenti bekerja.

Bau: karet terbakar atau kawat panas bisa menjadi indikasi.

- Aki Mati -

Membedakan aki mati versus alternator mati relatif mudah. Cukup'jump-start'kendaraan dan kemudian lepaskan kabel secepat mungkin. Kemudian tunggu. Jika alternator gagal untuk mengisi sistem, kendaraan akan segera mati lagi. Jika mobil berjalan dan terus berjalan, maka kemungkinan besar masalah adalah dengan baterai. Disclaimer on

- Koneksi Putus atau Longgar -

Dalam kasus ini, segala sesuatu dengan alternator tampaknya tidak ada masalah - masalah

belt tidak ada, juga tanda-tanda lainnya. Tetapi, aki sudah mati, juga berbagai peralatan listrik pada kendaraan.

Alternator listrik disalurkan melalui kabel besar dan kabel yang lebih kecil. Setiap masalah dalam kabel, kabel atau sambungan pada akhir bisa mengurangi atau menghentikan suplai listrik. Kadang-kadang, gejala dari masalah ini adalah lampu terang; alternator yang menghasilkan lebih banyak energi untuk mengatasi hambatan dalam kawat buruk atau koneksi rusak atau longgar. Gejala ini biasanya disertai oleh bau kabel panas juga.

Masalah lain bisa jadi rectifier diode alternator itu. Alternator menghasilkan listrik

alternating current (AC) dalam tiga tahap, tapi aksesoris mobil membutuhkan arus searah (DC) untuk beroperasi. Penyearah (rectifier) merubah arus dari AC ke DC. Tanpa komponen kritis yang beroperasi dengan benar, listrik yang dihasilkan alternator tidak dapat digunakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar