Sabtu, 19 November 2011

Cara Menggunakan Jangka Sorong

Jangka sorong adalah suatu alat ukur panjang yang dapat dipergunakan untuk mengukur panjang suatu benda dengan ketelitian hingga 0,1 mm. keuntungan penggunaan jangka sorong adalah dapat dipergunakan untuk
mengukur diameter sebuah kelereng, diameter dalam sebuah tabung atau cincin, maupun kedalam sebuah tabung. Pada gambar disamping ditunjukkan bagian-bagian dari jangka sorong. (sorot masing- masing bagian dari jangka sorong tersebut untuk mengetahui nama setiap bagian). Secara umum, jangka sorong terdiri atas 2 bagian yaitu rahang tetap dan rahang geser. Jangka sorong juga terdiri atas 2 bagian yaitu skala utama yang terdapat pada rahang tetap dan skala nonius (vernier) yang terdapat pada rahang geser. Sepuluh skala utama memiliki panjang 1 cm, dengan kata lain jarak 2 skala utama yang saling berdekatan adalah 0,1 cm. Sedangkan sepuluh skala nonius memiliki panjang 0,9 cm, dengan kata lain jarak 2 skala nonius yang saling berdekatan adalah 0,09 cm. Jadi beda satu skala utama dengan satu skala nonius adalah 0,1 cm – 0,09 cm = 0,01 cm atau 0,1 mm. Sehingga skala terkecil dari jangka sorong adalah 0,1 mm atau 0,01 cm. Ketelitian dari jangka sorong adalah setengah dari skala terkecil. Jadi ketelitian jangka sorong adalah : Dx = ½ x 0,01 cm = 0,005 cm Dengan ketelitian 0,005 cm, maka jangka sorong dapat dipergunakan untuk mengukur diameter sebuah kelereng atau cincin dengan lebih teliti (akurat). Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa jangka sorong dapat dipergunakan untuk
mengukur diameter luar sebuah kelereng, diameter dalam sebuah tabung atau cincin maupun untuk mengukur kedalaman sebuah tabung. Berikut akan dijelaskan langkah- langkah menggunakan jangka sorong untuk keperluan tersebut 1. Mengukur diameter luar Untuk mengukur diameter
luar sebuah benda (misalnya kelereng) dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut Geserlah rahang geser
jangka sorong kekanan
sehingga benda yang
diukur dapat masuk
diantara kedua rahang
(antara rahang geser dan rahang tetap) Letakkan benda yang
akan diukur diantara
kedua rahang. Geserlah rahang geser
kekiri sedemikian
sehingga benda yang
diukur terjepit oleh kedua
rahang Catatlah hasil pengukuran
anda 2. Mengukur diameter dalam Untuk mengukur diameter
dalam sebuah benda (misalnya diameter dalam sebuah cincin) dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut : Geserlah rahang geser
jangka sorong sedikit
kekanan. Letakkan benda/cincin
yang akan diukur
sedemikian sehingga
kedua rahang jangka
sorong masuk ke dalam
benda/cincin tersebut Geserlah rahang geser
kekanan sedemikian
sehingga kedua rahang
jangka sorong menyentuh
kedua dinding dalam
benda/cincin yang diukur Catatlah hasil pengukuran
anda 3. Mengukur kedalaman Untuk mengukur kedalaman sebuah benda/ tabung dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut : Letakkan tabung yang
akan diukur dalam posisi
berdiri tegak. Putar jangka (posisi tegak)
kemudian letakkan ujung
jangka sorong ke
permukaan tabung yang
akan diukur dalamnya. Geserlah rahang geser
kebawah sehingga ujung
batang pada jangka
sorong menyentuh dasar
tabung. Catatlah hasil pengukuran
anda. Untuk membaca hasil pengukuran
menggunakan jangka sorong dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut : 1. Bacalah skala utama yang
berimpit atau skala
terdekat tepat didepan
titik nol skala nonis. 2. Bacalah skala nonius yang
tepat berimpit dengan
skala utama. 3. Hasil pengukuran
dinyatakan dengan
persamaan : Hasil = Skala Utama + (skala nonius yang berimpit x skala terkecil jangka sorong) = Skala Utama + (skala nonius yang berimpit x 0,01 cm)
Karena Dx = 0,005 cm (tiga desimal), maka hasil pembacaan pengukuran (xo) harus juga dinyatakan dalam 3 desimal. Tidak seperti mistar, pada jangka sorong yang memiliki skala nonius, Anda tidak pernah menaksir angka terakhir (desimal ke-3) sehingga anda cukup berikan nilai 0 untuk desimal ke-3. sehingga hasil pengukuran menggunakan jangka sorong dapat anda laporkan sebagai :
Panjang L = xo + Dx Misalnya L = (4,990 + 0,005) cm Jangka sorong biasanya
digunakan untuk: 1. mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara
diapit; 2. Mengukur sisi dalam suatu benda yang biasanya
berupa lubang (pada pipa,
maupun lainnya) dengan
cara diulur; 3. Mengukur kedalamanan celah/lubang pada suatu
benda dengan cara
“menancapkan/
menusukkan” bagian
pengukur. 4. Jangka sorong memiliki dua macam skala: skala
utama dan nonius.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar